60 Jurnalis Lolos Final MediaMIND 2026, Siap Jelajahi Operasional Tambang Grup MIND ID

Sebanyak 60 jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah dipastikan lolos ke babak final Kompetisi Karya Jurnalistik MediaMIND 2026. Kompetisi yang telah memasuki tahun kelima ini menarik antusiasme tinggi, terbukti dengan partisipasi 782 jurnalis pada kategori karya tulis, video, foto, dan infografis.

Dari total pendaftar, 269 peserta berhasil mengirimkan 612 karya jurnalistik. Karya-karya ini telah melalui proses seleksi independen yang dilakukan oleh LKBN ANTARA bersama editor dan jurnalis senior media nasional.

Para finalis MediaMIND 2026 dijadwalkan akan mengikuti rangkaian site visit ke wilayah operasional anggota Grup MIND ID. Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung mengenai operasional pertambangan, proses hilirisasi, serta kontribusi industri mineral bagi pembangunan nasional.

Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, menjelaskan bahwa MediaMIND dirancang sebagai ajang kompetisi sekaligus ruang pembelajaran bagi jurnalis. Tujuannya adalah agar para insan pers dapat memahami lebih dalam dinamika industri pertambangan dan perannya dalam mendukung pembangunan Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi para jurnalis untuk melihat secara langsung bagaimana sektor pertambangan dijalankan, bagaimana proses hilirisasi dilakukan, serta bagaimana perusahaan berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” ujar Selly dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Ia menambahkan, pengalaman lapangan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam menghasilkan karya jurnalistik yang informatif, berimbang, dan memberikan nilai tambah bagi publik.

Dalam rangkaian babak final, para finalis akan mengunjungi sejumlah lokasi strategis. Di antaranya, PT ANTAM Tbk di Kolaka, PT Bukit Asam Tbk di Ombilin, PT Freeport Indonesia di Timika, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) di Kuala Tanjung, PT Timah Tbk di Batam, serta PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako.

Kunjungan lapangan ini akan memberikan kesempatan bagi finalis untuk melihat secara langsung aktivitas operasional perusahaan, program hilirisasi, inisiatif keberlanjutan, serta berinteraksi dengan para pekerja dan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Diharapkan, pengalaman ini dapat membantu peserta dalam menyajikan narasi yang lebih komprehensif mengenai kontribusi sektor pertambangan bagi Indonesia.

Selly menyampaikan harapannya agar karya-karya yang dihasilkan dalam MediaMIND tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga dapat menjadi referensi dan jejak digital yang memperkaya pemahaman publik terhadap industri pertambangan nasional.

“Kami percaya media memiliki peran penting dalam membangun literasi publik. Karena itu, MediaMIND tidak hanya berupaya menghasilkan karya terbaik, tetapi juga mendorong terciptanya narasi yang mampu menggambarkan secara utuh tantangan, peluang, dan kontribusi sektor pertambangan bagi masa depan Indonesia,” tuturnya.

Sebagai holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan media. Tujuannya adalah agar transformasi sektor pertambangan, hilirisasi mineral, dan berbagai upaya penciptaan nilai tambah dapat dipahami secara lebih luas oleh masyarakat.

“Dengan demikian, pengelolaan sumber daya alam Indonesia dapat terus dikawal bersama untuk mendukung penguatan kedaulatan ekonomi nasional,” tutupnya.

Tinggalkan komentar