Pernyataan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang menggunakan istilah ‘enjoy’ saat membahas kondisi kabut asap dan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Ratu Dewa memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa penggunaan istilah ‘enjoy’ sama sekali tidak bermaksud untuk menunjukkan rasa senang atau nyaman melihat masyarakat terdampak kabut asap. Menurut Ratu Dewa, kata ‘enjoy’ yang ia maksud lebih kepada sikap seorang pemimpin yang harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri saat menghadapi situasi krisis.
Menurutnya, dalam kondisi darurat, seorang pemimpin dituntut untuk tidak mudah panik. Dengan tetap tenang, koordinasi antarjajaran dan pengambilan keputusan untuk menangani persoalan di lapangan dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif.
“Tidak ada kata enjoy dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis,” kata Ratu Dewa kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
“Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat,” sambungnya.
Ratu Dewa menyatakan memahami kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga, termasuk anak-anak. Ia memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal yang sepele.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan koordinasi dan penanganan bersama berbagai pihak terkait. “Kami memahami kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap dampak asap, kesehatan anak-anak, dan kebutuhan air bersih. Karena itu, Pemkot Palembang terus berkoordinasi dan bekerja bersama seluruh pihak untuk menangani persoalan ini,” ujarnya.
“Kami tidak menganggap kondisi ini ringan, tetapi justru berusaha tetap fokus agar langkah penanganannya tepat,” tambah Ratu Dewa.