Udara Balikpapan Tak Sehat Akibat Asap Karhutla, Jam Belajar Siswa Dipersingkat

JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menurunkan kualitas udara di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir, indeks kualitas udara di kota tersebut berada di level 167, yang dikategorikan sebagai tingkat tidak sehat.

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil langkah antisipasi di lingkungan sekolah. Salah satu penyesuaian yang dilakukan adalah memangkas jam pembelajaran bagi para siswa.

“Tadi kami sepakati melalui rapat koordinasi terkait kondisi kualitas udara dan penyesuaian kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan Kota Balikpapan,” ujar Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, pada Senin (12/10/2026).

Selain pengurangan durasi pembelajaran, jam masuk sekolah juga dapat disesuaikan atau diundur. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan tingkat kualitas udara terkini serta ketentuan yang berlaku.

“Terdapat pengurangan durasi pembelajaran, serta penyesuaian atau pengunduran jam masuk sekolah dengan menyesuaikan kondisi kualitas udara dan ketentuan yang berlaku,” jelas Irfan.

Kebijakan ini mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pantauan ISPU KLH pada hari yang sama menunjukkan angka kualitas udara di Balikpapan masuk kategori mengkhawatirkan. Stasiun Sepinggan mencatat ISPU PM 2,5 pada level 118, sementara Stasiun Balikpapan Baru berada di angka 116.

127 Kejadian Karhutla Terjadi Sepanjang 2026

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat total 127 kejadian karhutla hingga 12 Oktober 2026. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 81 hektare, didominasi oleh vegetasi ilalang dan semak belukar.

“Perkiraan total luas lahan terbakar mencapai 81 hektar atau setara dengan 810.156 meter persegi. Kejadian ini menimpa (lahan yang dipenuhi) ilalang serta semak belukar,” ujar Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali, Senin (12/10/2026).

Lonjakan kejadian karhutla mulai terlihat signifikan sejak bulan Agustus dan September 2026. Tercatat 40 kejadian pada Agustus, 69 kejadian pada September, dan 11 kejadian hingga 12 Oktober 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan drastis dibandingkan awal tahun.

“Kasus kebakaran lahan mulai meningkat signifikan sejak pertengahan tahun. Kalau awal tahun masih tercatat 2 kejadian pada Januari, 1 kejadian pada Februari, 1 kejadian pada Juni, dan 3 kejadian kebakaran di bulan Juli,” jelas Usman.

Titik Karhutla di Balikpapan

Distribusi kejadian karhutla di Balikpapan:

  • Kecamatan Balikpapan Timur: 50 kejadian
  • Kecamatan Balikpapan Selatan: 31 kejadian
  • Kecamatan Balikpapan Utara: 28 kejadian
  • Kecamatan Balikpapan Tengah: 10 kejadian
  • Kecamatan Balikpapan Barat: 8 kejadian

Tinggalkan komentar