Tragedi Kebakaran di Cakung Tewaskan Satu Balita Kembar

JAKARTA – Dua balita kembar berusia 4 tahun yang berinisial A dan A menjadi korban dalam peristiwa kebakaran yang melanda rumah mereka di kawasan Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (2/10). Salah satu dari mereka tidak berhasil selamat dari insiden tragis tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Pada saat kejadian, kedua balita kembar tersebut dilaporkan sedang beristirahat di dalam rumah bersama kakak mereka yang berusia 12 tahun.

Menurut Ketua RT setempat, Marzuki, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam karena anak-anak sedang beristirahat. Warga baru menyadari adanya kebakaran setelah mendengar teriakan kakak dari balita kembar tersebut.

“Nah dia (kakaknya balita kembar) teriak-teriak, ‘Ada api!’, di situ (warga tahu ada kebakaran),” jelas Marzuki.

Mendengar teriakan tersebut, Marzuki segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) dan menginstruksikan warga untuk segera bertindak. Sebagian warga ditugaskan untuk mengecek kondisi di dalam rumah, sementara yang lain berupaya memadamkan api dengan air seadanya.

“Langsung dibongkar sama warga tuh (pintu rumah). Langsung dibongkar, nah dia (kakaknya balita kembar) keluar,” ujar Marzuki.

Dalam kepanikan awal, warga sempat tidak menyadari kehadiran kedua balita kembar di dalam rumah. Kesadaran itu baru muncul setelah kakak mereka berulang kali berteriak bahwa ada adik-adiknya di dalam. Atas informasi tersebut, beberapa warga kembali masuk ke dalam rumah untuk mencari.

Namun, api yang semakin membesar dan panas yang menyengat menyebabkan sebagian atap rumah runtuh. Situasi tersebut menyulitkan upaya penyelamatan. Akhirnya, hanya satu dari balita kembar, yang berjenis kelamin perempuan, berhasil diselamatkan oleh warga.

“Akhirnya yang satu itu diambil, yang selamat,” ungkap Marzuki.

Petugas damkar yang tiba di lokasi juga menghadapi kesulitan untuk masuk karena api dan asap yang masih tebal. Jasad balita kembar laki-laki baru berhasil dievakuasi setelah proses pemadaman selesai.

“Masih kebakaran itu. Masih asap ngebul. Nah, itu kan baru masuk Damkar, belum bisa nolong. Damkar juga enggak bisa (masuk). Akhirnya si korban itu baru diambil setelah proses selesai semua ya,” imbuhnya.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas damkar sekitar pukul 15.00 WIB, setelah kurang lebih satu jam upaya pemadaman dilakukan.

Jasad balita laki-laki ditemukan dalam posisi duduk di dekat kamar. “Pojok deket kamar, duduk,” ungkap Marzuki.

Tinggalkan komentar