Tragedi Karhutla Bromo: Korban Meninggal Bertambah Jadi Enam Jiwa

Surabaya – Korban jiwa akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dilaporkan bertambah menjadi enam orang. Korban terbaru yang meninggal dunia adalah Suraji, seorang warga Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, membenarkan kabar duka tersebut. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gatot menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kehilangan nyawa.

Suraji diketahui merupakan karyawan dari Artotel Bromo. Ia menjadi salah satu korban yang terdampak saat berusaha membantu upaya pemadaman api di lokasi kejadian. Setelah insiden tersebut, Suraji menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo selama lebih dari sepekan.

Sebelumnya, dua korban luka berat akibat karhutla Bromo telah menjalani perawatan medis di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Kedua korban tersebut adalah Munawi, yang merupakan anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan Suraji, karyawan Hotel Artotel. Sayangnya, kondisi keduanya memburuk dan nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

Munawi meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, setelah menjalani perawatan intensif. Sebelumnya, kondisinya sempat dilaporkan stabil pasca menjalani operasi cangkok kulit pada Jumat (16/10).

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantau perkembangan kondisi para korban karhutla yang dirawat di RSUD dr. Soetomo. Ia memastikan bahwa pihak rumah sakit telah berupaya memberikan pelayanan terbaik.

“Ibu Gubernur sudah bilang tangani semaksimal mungkin, nggak usah ngomong administrasi apa sama sekali. Tapi memang kondisinya kritis, teman-teman,” ujar Emil, menekankan bahwa kondisi para korban memang sangat kritis meskipun telah mendapatkan penanganan maksimal.

Tinggalkan komentar