Jakarta – TNI tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan penyewaan rumah dinas di kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, yang beralih fungsi menjadi markas aktivitas judi online. Penyelidikan difokuskan untuk mengetahui sejak kapan rumah dinas tersebut disalahgunakan untuk kegiatan ilegal tersebut.
Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Ishak menyatakan bahwa periode penyewaan rumah dinas tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh Pomdam Jaya. Ia menegaskan bahwa rumah dinas prajurit sejatinya tidak diperkenankan untuk disewakan kepada pihak manapun, dan tindakan tersebut jelas melanggar peraturan yang berlaku.
“Iya betul, itu menyalahi aturan, karena rumah dinas prajurit tidak boleh disewakan,” ujar Noor Ishak saat dihubungi pada Senin (12/10/2026). Ia menambahkan bahwa rumah dinas tersebut disewa oleh warga sipil. Pihak penyewa saat ini juga tengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
Terungkapnya aktivitas markas judi online ini berawal dari laporan masyarakat sekitar yang mencurigai adanya kegiatan mencurigakan di lokasi tersebut. Sebuah video yang menampilkan aktivitas di dalam ruangan yang dipenuhi komputer dan diduga digunakan untuk judi online sempat viral di media sosial, diunggah oleh akun Instagram @badanperwakilannetzen2. Perekaman video tersebut diketahui terjadi pada Minggu (4/10) di kompleks KPAD Cijantung.
Lokasi tersebut kini telah dipasangi garis polisi dan aliran listriknya dipadamkan untuk kepentingan pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut. Dalam kasus ini, total 11 warga sipil telah diamankan oleh petugas. Mereka diduga berperan sebagai operator dalam aktivitas judi online tersebut. Petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan 9 KTP.
TNI juga telah memeriksa pemilik rumah dinas tersebut, yang diketahui merupakan seorang perwira TNI berpangkat Letkol (Inf) ARM. Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas membenarkan hal tersebut dan menyatakan bahwa pemilik rumah dinas tersebut sedang dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui perannya dan apakah ia mengetahui aktivitas judi online yang berlangsung di rumah dinasnya. Investigasi terhadap keterlibatan oknum TNI dalam temuan markas judi online ini masih terus ditelusuri lebih lanjut.