Bekasi Selatan – Aksi tawuran antar kelompok pelajar SMP/MTs pecah di Jalan Raya Cikunir, Kota Bekasi, pada Rabu (14/10) sore. Peristiwa yang terjadi di samping Tol Jakarta-Cikampek ini mengakibatkan satu orang pelajar berinisial F mengalami luka bacok.
Menurut Kapolsek Bekasi Selatan AKP Rumangga P Napitupulu, kedua kelompok yang terdiri dari sekitar 10 dan 15 orang tiba di lokasi menggunakan sepeda motor sekitar pukul 17.30 WIB. Mereka kemudian terlibat saling serang menggunakan senjata tajam seperti samurai, golok, dan penggaris besi.
Korban F dilaporkan mengalami luka bacok pada pergelangan tangan kiri dan punggung kiri. Ia segera dibawa ke RSUD dr. Chasbullah, Kota Bekasi, untuk mendapatkan perawatan medis.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan enam pelajar yang berinisial APK (14), SAS (14), A (13), AP (15), CBH (15), dan FK (15). Keenamnya masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Reskrim Polsek Bekasi Selatan untuk mendalami peran masing-masing dalam insiden tersebut.
“Kami mendalami pihak yang menginisiasi komunikasi, mengatur pertemuan, serta membawa dan menggunakan senjata tajam. Seluruh keterangan akan dicocokkan untuk memastikan rangkaian kejadian dan menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum,” ujar Rumangga.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menyoroti peran media sosial sebagai sarana perencanaan tawuran. Ia mengingatkan bahwa komunikasi yang bermula di ranah digital dapat berkembang menjadi kekerasan jika tidak dicegah. Oleh karena itu, pengawasan dan komunikasi yang baik antara orang tua, sekolah, dan anak menjadi kunci pencegahan.
“Tawuran bukan bentuk keberanian, melainkan tindakan yang membahayakan keselamatan dan masa depan anak-anak kita. Kami mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pergaulan serta aktivitas anak di media sosial. Jika mengetahui adanya ajakan tawuran, segera sampaikan kepada pihak sekolah atau kepolisian agar dapat dicegah sebelum menimbulkan korban,” tegas Putu Kholis.