Suara Petasan Picu Kericuhan Maulid, Korban Lapor Dugaan Pengeroyokan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA – Sebuah laporan dugaan pengeroyokan diterima Polda Metro Jaya terkait insiden kericuhan yang dipicu suara petasan di sebuah acara Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/7547/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Oktober 2026, dengan status terlapor masih dalam penyelidikan.

Pelapor, Amanda Andono, menyatakan bahwa suara bising petasan yang berlangsung lebih dari 10 menit membuat anaknya terbangun dari tidur, mengalami kejang, panik, hingga berteriak. Keputusan untuk menghentikan suara petasan tersebut membawanya ke lokasi acara.

Setibanya di lokasi, Amanda mengaku ditanyai mengenai agamanya dan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari beberapa orang saat meminta petasan dihentikan. Ia mengaku ditahan, diludahi, disembur, dan disuruh pulang. Ia bahkan disebut sebagai provokator.

“Setelah itu saya didorong, ditarik, sampai didorong sampai saya hampir masuk… bukan, saya jatuh ke got. Lalu saya ditarik sampai pakaian dalam saya putus gitu. Ya saya udah mau… gestur dari mereka tuh udah mau mukul, udah mau nampar apa gimana,” ungkap Amanda.

Amanda menyatakan telah menyiapkan bukti-bukti, termasuk pakaian yang dikenakannya saat kejadian, dan diarahkan untuk melakukan visum di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Upaya mediasi sebelumnya dilaporkan menemui jalan buntu, mendorongnya untuk menempuh jalur hukum.

“Harapan ke depannya saya mengikuti proses hukum bagaimana nantinya. Ini baru, saya juga tidak… saya masih minta juga pendampingan dari PPPA dan juga dari Kementerian Agama,” tambahnya.

Kasus ini sebelumnya juga telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh seorang perempuan korban penganiayaan berinisial LK yang terkait dengan insiden tersebut.

Tinggalkan komentar