Jakarta – Seorang sopir ojek online (ojol) bernama Hasan Syukur (56), yang akrab disapa Agus, mengalami insiden tragis dilindas mobil listrik BYD di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Akibat kecelakaan tersebut, Hasan menderita patah kaki dan sempat melakukan panggilan video (video call) kepada anaknya dari Unit Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Fatmawati.
Menurut Ewis Hildayani (27), anak Hasan, panggilan video tersebut terjadi pada Jumat (23/10) sore. Saat itu, ayahnya tengah terbaring di IGD RS Fatmawati didampingi rekan-rekan sesama ojol. Istri Hasan yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat, juga sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Ewis mengungkapkan rasa paniknya melihat kondisi ayahnya yang mengalami patah kaki kiri. Ia segera menanyakan kronologi kecelakaan, termasuk lokasi kejadian, apakah ayahnya yang menabrak atau ditabrak, serta jenis kendaraan yang terlibat.
Lebih lanjut, Ewis menyampaikan bahwa ayahnya telah menjalani operasi patah tulang pada Sabtu (24/10). Ia menjelaskan bahwa ayahnya mengalami patah tulang kaki kiri dan ada dugaan tulang belakang yang remuk.
Hingga kini, Ewis belum menerima kabar terkini mengenai kondisi ayahnya pascaoperasi. Ia berharap pelaku penabrak dapat dihukum setimpal dan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan ayahnya hingga sembuh total, meskipun ia menekankan bahwa kesehatan ayahnya adalah prioritas utama.
Kecelakaan maut yang melibatkan mobil listrik BYD tersebut terjadi pada Jumat (23/10) sekitar pukul 16.48 WIB. Mobil yang dikemudikan oleh pria berinisial S (46) itu awalnya menabrak mobil Honda Brio yang melaju searah di depannya. Selanjutnya, mobil BYD oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban ojol, serta mobil Wuling.
Tidak berhenti di situ, mobil BYD tersebut bahkan naik ke trotoar dan menabrak dua mobil lain yang sedang terparkir.