PALU – Bentrokan antara warga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara (Anoa), Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali terjadi. Insiden yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) sore ini dilaporkan menelan satu korban jiwa dari kelompok Anoa.
Kapolresta Palu Kombes Hari Rosena mengonfirmasi adanya korban meninggal dunia. “Dari informasi yang diterima ada satu meninggal dunia. Tetapi masih menunggu laporan dari rumah sakit Budi Agung Palu, korban tersebut terkena apa,” ujar Hari kepada wartawan.
Peristiwa saling serang itu terjadi di kawasan Jembatan Lalove, Kecamatan Tatanga, sekitar pukul 17.00 Wita. Selain korban tewas, bentrokan tersebut juga menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka.
Hari menjelaskan bahwa massa dari kelompok Anoa mendatangi lokasi kejadian dengan membawa senjata tajam dan senapan angin yang dimodifikasi. “Ya, jadi Anoa sudah mengarah ke sana dengan bawa sajam, ada bawa apa tadi senapan angin yang dimodifikasi itu. Nah, beberapa memang dari Anoa yang terkena, ada yang kena kakinya dan sebagainya,” tuturnya.
Situasi di lapangan sempat menjadi tidak terkendali karena jumlah massa yang hadir jauh lebih banyak dibandingkan aparat kepolisian. “Kita mundur sudah tidak bisa, karena jumlah kita kalah. Akhirnya ada satu meninggal, kemudian beberapa luka di kaki dengan lengan, kalau enggak salah,” ungkap Hari.