Said Abdullah Beri Tali Asih dan Resmikan Pembangunan Sekolah Tahfidz di Malang

Malang – Ratusan warga menampilkan wajah ceria saat menerima tali asih yang dibagikan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Selain membagikan santunan, Said Abdullah juga menandai dimulainya pembangunan Sekolah Tahfidz Al-Quran Puan Maharani dengan melakukan peletakan batu pertama.

Acara yang dihadiri oleh ratusan warga penerima tali asih ini juga bersamaan dengan konsolidasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Proses pembagian tali asih beserta uang tunai dilakukan satu per satu oleh Said Abdullah, dibantu oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, serta pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

“Tali asih ini adalah bentuk terima kasih kami kepada masyarakat,” ungkap Said Abdullah kepada wartawan di sela kegiatan, Jumat (9/10/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat tanpa menjadikannya sebagai objek kepentingan.

Said menegaskan, “Jangan kemudian menempatkan rakyat sebagai objek, itu tidak boleh. Tali asih sebagai sambung rasa kepada rakyat. Rakyat yang mana?. Tentu desil 1, desil 2.” Ia menambahkan, “Karena itu bentuk terima kasih agar empati kami terus-menerus kami pelihara untuk nyambung dengan masyarakat.”

Dalam kesempatan yang sama, Said Abdullah bersama pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan melaksanakan peletakan batu pertama untuk Sekolah Tahfidz Al-Quran yang berlokasi di sebelah barat kompleks kantor DPC PDI Perjuangan. Lembaga pendidikan agama yang akan dibangun ini diberi nama Sekolah Tahfidz Al-Quran Puan Maharani.

Usai peletakan batu pertama, Said Abdullah menyatakan komitmen DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk menyumbangkan dana pembangunan sebesar Rp 1 miliar. “DPD akan sumbang Rp 1 miliar dan tadi saya hubungi Mbak Puan soal pendirian Sekolah Tahfidz Al-Quran Puan Maharani dan beliau juga ingin memberikan dukungan pembangunan,” ujar Said di hadapan para kader PDI Perjuangan.

Said menjelaskan bahwa pendirian Sekolah Tahfidz Al-Quran ini telah lama diinginkan sebagai upaya mencetak penghafal Al-Quran dan menjadi wadah pembelajaran agama bagi masyarakat, khususnya umat Islam. “Kita membangun Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani, supaya nanti bisa melahirkan hafiz-hafiz (penghafal Al-Quran) yang baik dan sebagainya,” kata Said.

Ia melanjutkan, harapan tidak hanya terbatas pada pencetakan penghafal Al-Quran. “Juga tidak hanya hafiz, yang tidak bisa ngaji mulailah belajar ngaji. Yang tidak bisa sembahyang mulailah belajar sembahyang. Kalau nggak bisa lima kali, coba tiga kali. Nggak bisa tiga kali, sekali,” harapnya.

Said Abdullah menutup pernyataannya dengan menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Tahfidz Al-Quran Puan Maharani merupakan wujud penguatan hati serta keimanan PDI Perjuangan. “Kita boleh terjal, tapi ayolah diisi hati kita.’ Dengan cara apa?. Mengaji,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar