Ribuan Tongkat Putih Dibagikan Lions Indonesia untuk Dukung Kemandirian Tunanetra

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Tongkat Putih Sedunia yang diperingati setiap 15 Oktober, perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-A1 menggelar aksi sosial pembagian lebih dari 1.000 tongkat putih adaptif berkualitas secara cuma-cuma bagi penyandang disabilitas netra. Acara yang mengusung tema ‘Satu Tongkat, 1.000 Langkah Empati’ ini diselenggarakan di Lippo Mall Nusantara, Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Distrik 307-A1, Solida Abdy Ramly, beserta jajaran pengurus Lions Club. Turut hadir pula sahabat tunanetra beserta para pendamping mereka. Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Ketua Dewan Penasihat Wanita Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, yang memberikan apresiasi atas upaya Lions dalam mendukung kemandirian dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas netra.

Lebih dari seribu tongkat putih disalurkan kepada anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) yang berasal dari wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara. Selain itu, bantuan juga menyasar berbagai komunitas tunanetra lainnya, termasuk Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Kompak, Forkesi, Srikandi Berdaya, dan Pelita Monas. Penyaluran bantuan ini juga meluas ke komunitas tunanetra di Jambi, Lampung, Palembang, dan Batam, yang merupakan bagian dari wilayah pengabdian Lions Club Distrik 307-A1.

Solida Abdy Ramly menegaskan bahwa tongkat putih memiliki makna yang jauh melampaui fungsi sebagai alat bantu mobilitas semata. “Tongkat putih bukan sekadar alat bantu jalan, melainkan simbol kemandirian, keberanian, dan kesetaraan hak. Melalui pembagian 1.000 tongkat ini, Lions ingin memastikan sahabat tunanetra dapat beraktivitas dengan lebih aman, mandiri, dan bermartabat. Ini adalah wujud nyata dari motto kami, We Serve,” ujar Solida dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Fatma Saifullah Yusuf turut mengapresiasi langkah yang diambil oleh Lions Club dalam upaya mendukung inklusivitas serta pemberdayaan bagi penyandang disabilitas netra. Selain fokus pada penyaluran bantuan, kegiatan ini juga dirancang sebagai ajang kebersamaan dan apresiasi terhadap potensi yang dimiliki oleh sahabat tunanetra.

Acara dibuka dengan penampilan memukau Tari Saman yang dibawakan oleh Sanggar Pelita Monas, di mana seluruh penarinya adalah sahabat tunanetra. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Amira, seorang penyanyi muda berbakat berusia 11 tahun, serta Friska Simarmata yang didapuk sebagai pembawa acara (MC). Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan paduan suara yang juga dibawakan oleh sahabat tunanetra.

Sebagai bagian dari rangkaian program White Cane Day 2026, Lions juga telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan lain. Ini termasuk edukasi mengenai orientasi dan mobilitas, sosialisasi etika dalam membantu penyandang tunanetra di ruang publik, serta kegiatan kebersamaan bersama komunitas di lingkungan sekolah. Beragam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan aksesibilitas sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas netra.

Melalui pelaksanaan White Cane Day 2026, Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-A1 kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap program-program yang berkaitan dengan penglihatan (vision). Program ini merupakan salah satu fokus utama pengabdian global dari Lions International. Dengan terus menjalin kolaborasi bersama berbagai pihak, Lions berharap dapat terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi sahabat tunanetra, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang semakin peduli, setara, dan inklusif.

Tinggalkan komentar