Pramono Anung Ungkap Rahasia Karier Tanpa Melamar Pekerjaan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menceritakan perjalanan kariernya yang membawanya pada berbagai jabatan penting, termasuk posisi puncak di ibu kota. Secara mengejutkan, Pramono mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah melamar pekerjaan kepada siapa pun sepanjang hidupnya.

Pernyataan ini disampaikan Pramono saat memberikan kuliah umum dan meresmikan gedung Universitas Ciputra Jakarta di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Kamis (15/10/2026). Ia menekankan bahwa kesempatan yang ia dapatkan selama ini merupakan buah dari kerja keras.

Pramono mencontohkan pengalamannya saat dipercaya menjadi Sekretaris Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, selama dua periode. Ia juga menyebutkan pengalaman serupa ketika dipilih oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk dua periode.

“Saya adalah orang yang seumur hidupnya nggak pernah minta kerjaan kepada siapa pun. Kepada siapa pun. Ketika saya menjadi Sekretaris Presiden Megawati, saya tidak pernah melamar kerjaan,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, “Kenapa? Kerja keras. Ketika saya di dua periode dipilih oleh Pak Jokowi, karena apa? Kerja keras.”

Pramono juga mengaku bahwa impiannya untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta tidak pernah terlintas sebelumnya. Namun, takdir membawanya pada kepercayaan untuk memimpin ibu kota.

“Sekarang saya menjadi Gubernur, itu pun nggak pernah bermimpi untuk menjadi Gubernur, nggak pernah,” tuturnya.

Di hadapan para mahasiswa Universitas Ciputra, Pramono memberikan pesan penting. Ia mendorong mereka untuk berani memiliki cita-cita yang tinggi dan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Menurutnya, kesempatan akan selalu terbuka lebar bagi mereka yang memiliki etos kerja yang kuat.

“Maka saya bilang kepada para mahasiswa, Saudara sudah berada pada perahu yang benar. Masa depan itu sangat bergantung bagaimana Saudara mewujudkan. Maka mimpilah yang setinggi mungkin, raihlah mimpi itu,” pesannya.

Ia menilai kerja keras dan ketekunan adalah bekal krusial untuk meraih setiap kesempatan dalam kehidupan. Pramono juga mengenang pesan dari pendiri Ciputra Group, Ciputra, yang dikenalnya sejak masih menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pramono mengungkapkan kesamaan dirinya dengan Ciputra, yaitu sama-sama alumni ITB dan memiliki minat yang sama terhadap seni. Dari interaksi dan pelajaran yang didapat dari Ciputra, Pramono belajar pentingnya ketekunan dalam membangun sesuatu, terutama saat menghadapi masa-masa sulit.

“Beliau menyampaikan bahwa untuk membangun sesuatu, orang itu harus dengan ketekunan,” imbuhnya.

Tinggalkan komentar