JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas untuk memantau dan melengkapi operasional Koperasi Desa (Kopdes) dalam jangka waktu delapan hari. Perintah ini disampaikan langsung kepada Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang didampingi oleh Joao. Pemantauan intensif ini dijadwalkan dimulai pada 15 Oktober dan diharapkan selesai dalam delapan hari ke depan.
Zulhas menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo sangat spesifik, menekankan pentingnya kesiapan dan kelengkapan seluruh aspek operasional Kopdes. “Kalau perintahnya delapan itu pasti bapak (Presiden) yang perintah, ya kan?” ujar Zulhas saat membuka rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Dalam proses pemantauan ini, seluruh pihak terkait diminta untuk berpartisipasi aktif. Fokus utama adalah memastikan setiap Kopdes siap beroperasi, termasuk kelengkapan manajer dan agen perbankan yang ditugaskan. Zulhas menegaskan perlunya pengecekan menyeluruh untuk memastikan semua elemen yang dibahas dalam rapat telah tersedia dan berfungsi.
Targetnya adalah penyelesaian pengecekan terhadap 15.000 Kopdes dapat tuntas dalam rentang waktu delapan hari tersebut. Setelah periode pemantauan selesai, Kemenko Pangan akan segera menggelar rapat evaluasi untuk meninjau hasil pengecekan. “Ya, pendek kata, 20 Oktober ini, ini harus rapi,” tegas Zulhas mengenai target penyelesaian.
Program Kopdes mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Prabowo. Zulhas berharap segala kekurangan operasional yang masih ada dapat segera dilengkapi. “Ini menjadi concern Bapak Presiden sehingga kita juga selalu dimonitor, ditanya, ditelepon,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan tugas ini agar tidak menimbulkan laporan lanjutan yang dapat merepotkan semua pihak.