Prabowo Janjikan 200 Pompa untuk Atasi Karhutla Kalteng

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan mengenai kendala penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting, dari Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Zainul menjelaskan bahwa penanganan menjadi sulit karena titik api yang tersebar luas dan keberadaan binatang buas di area tersebut.

“Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak. Sangat terpencar wilayahnya, dan wilayahnya rawa, bukan hanya orang utan saja Bapak yang ada di dalam, itu masih banyak binatang-binatang buas Bapak. Oleh karena itu memang ini menjadi perhatian sendiri Bapak, untuk masuk ke sana itu mesti hati-hati,” ujar Zainul seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (13/10/2026).

Selain tantangan geografis dan satwa liar, Zainul juga melaporkan kekurangan pompa alkon (alat pemadam kebakaran) yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemadaman. Kendaraan tidak dapat menjangkau area yang terkena dampak, sehingga pompa menjadi solusi utama.

“Karena memang mobil itu tidak bisa masuk, kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil Bapak. Karena yang sudah dibantu Bapak yang waktu yang lalu, itu sudah dipakai dan masih dipakai di untuk pendinginan di beberapa tempat,” jelas Zainul.

“Nah untuk yang saat ini kita masih kekurangan alkon saja Bapak. Untuk selang dan sebagainya itu masih cukup, hanya beberapa alkon saja,” tambahnya.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Prabowo langsung menanyakan berapa jumlah pompa yang diperlukan. Ketika Zainul menjawab bahwa 50 pompa akan mencukupi, Prabowo menyatakan akan mengirimkan 200 pompa ke wilayah Kalimantan Tengah.

“50 cukup Bapak. Karena di Kalimantan sini terbatas mungkin dari Jawa dikirim,” kata Zainul. “Saya kirim 200, saya kirim 200,” tegas Prabowo.

Lebih lanjut, Zainul juga melaporkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengeboran air sebagai upaya mempermudah proses pemadaman. Zainul memperkirakan biaya untuk setiap titik pengeboran air membutuhkan anggaran sekitar Rp 10 juta.

Prabowo merespons positif langkah tersebut dan menyatakan akan memberikan bantuan sebesar Rp 2 miliar untuk pembuatan 200 titik bor. Ia juga mendorong agar pengeboran ini dapat memberdayakan warga setempat.

“Satu tim bor bisa kau bikin di situ? Pompanya kan dari kita, timnya kan misal rakyat setempat kali ya?. Satu lubang bor berapa biaya untuk bayar upahnya?” tanya Prabowo. “Kalau biaya itu di lokasi di daerah sini kurang lebih Rp 10 juta Bapak, per titik Bapak,” jawab Zainul. “Rp 10 juta per titik? Oke saya kirim Rp 2 miliar, 200 titik,” pungkas Prabowo.

Prabowo menekankan pentingnya perhatian penuh pada penanganan karhutla di Tanjung Puting dan meminta agar proses pemadaman segera dilakukan secara maksimal. “Pencegahan. Saya minta segera diatasi,” ujarnya.

Tinggalkan komentar