JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berhasil meraih penghargaan Best Energy Sector – IDX Main Board dalam ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja perusahaan yang konsisten dalam menjaga performa bisnis, kedisiplinan finansial, tata kelola perusahaan yang baik, serta kemampuannya menciptakan nilai bagi para pemegang saham.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan keberhasilan PGN dalam mempertahankan kinerja bisnisnya. Ia menambahkan bahwa capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi PGN untuk terus memperkuat fundamental bisnis serta menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya PGN dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham. PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan mempertahankan disiplin keuangan dan memperkuat fundamental bisnis,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10/2026).
Ajang bergengsi ini mengusung tema ‘Connecting Leaders, Championing Growth’ dengan semangat ‘A Decade of Leadership’. Penilaian emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) didasarkan pada beberapa indikator kunci, termasuk kinerja keuangan, reputasi perusahaan, minat investor, kontribusi dividen, dan proporsi saham yang dimiliki publik (public shares).
Berdasarkan evaluasi tersebut, PGN meraih skor maksimal, yaitu skala 5, pada aspek kepemilikan saham publik, minat investor, kontribusi dividen, dan reputasi. Proses penilaian juga mempertimbangkan status pencatatan perusahaan di BEI, kepatuhan dalam penerbitan laporan keuangan tahun buku 2025, pemenuhan ketentuan free float dan jumlah pemegang saham, serta status perusahaan yang tidak termasuk dalam daftar Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC).
Kinerja keuangan PGN sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif, sejalan dengan raihan penghargaan tersebut. Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD 3,9 miliar, mengalami peningkatan sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba operasi tercatat sebesar USD 519,6 juta, dengan laba bersih mencapai USD 215,4 juta.
Selain kinerja keuangan yang solid, PGN juga memberikan kontribusi nyata kepada pemegang saham melalui pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar USD 172,29 juta, atau setara dengan Rp3,04 triliun. Perhitungan ini menggunakan kurs Bank Indonesia sebesar Rp17.673 per dolar AS, yang menghasilkan dividend payout ratio (DPR) sebesar 80% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tahun buku 2025 sebesar USD 215,36 juta.
Kebijakan pembagian dividen dengan DPR 80% ini menunjukkan upaya PGN dalam menyeimbangkan pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dengan kebutuhan pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjaga disiplin keuangan, kualitas arus kas, dan fundamental bisnis di tengah dinamika industri energi global.
Meskipun menghadapi dinamika industri, PGN memandang prospek jangka panjang bisnis gas bumi domestik tetap cerah, seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan energi nasional. Gas bumi memegang peranan strategis sebagai energi transisi menuju pengembangan energi baru dan terbarukan.
Untuk memaksimalkan peluang pertumbuhan ini, PGN secara berkelanjutan menjaga keandalan operasional. Hal ini dilakukan melalui pengelolaan portofolio gas bumi yang disalurkan melalui jaringan pipa maupun moda non-pipa seperti liquefied natural gas (LNG) dan compressed natural gas (CNG). Optimalisasi infrastruktur serta peningkatan efisiensi operasional dan keuangan juga menjadi bagian dari strategi ini.
Berbagai langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya PGN, selaku Subholding Gas Pertamina, untuk memperkuat bisnis gas bumi secara berkelanjutan. Melalui strategi tersebut, PGN juga bertekad menyediakan solusi energi yang komprehensif bagi berbagai segmen pelanggan, sekaligus terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.