JAKARTA – Sebuah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berujung pada kericuhan. Penyebabnya adalah penggunaan petasan yang terus menyala hingga dini hari, mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Situasi tersebut kemudian dimediasi oleh pihak kelurahan setempat. Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, mengonfirmasi adanya mediasi yang dilakukan oleh Lurah Pondok Pinang. Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai hasil dari perundingan tersebut, namun pihak kepolisian terus memantau perkembangan situasi.
Peristiwa ini bermula dari beredarnya rekaman video yang menunjukkan protes warga terhadap acara Maulid Nabi yang diselenggarakan pada Sabtu (3/10) dini hari. Kericuhan diduga dipicu oleh aktivitas penyalaan petasan yang berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WIB.
Warga yang mengajukan protes merasa terganggu oleh suara bising petasan yang berlangsung larut malam, bahkan hingga mengganggu waktu istirahat. Dalam video yang viral di media sosial, tampak seorang ibu menyampaikan keluhannya terkait penyalaan kembang api yang mengganggu ketenangan.
Disebutkan pula bahwa beberapa anak terbangun dan menangis akibat suara petasan tersebut. Ketegangan semakin memuncak ketika seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus mengutarakan keluhannya kepada panitia acara. Ia menyampaikan bahwa anaknya mengalami tremor akibat suara petasan.
Namun, alih-alih mendapat respons yang baik, beberapa peserta acara justru bereaksi negatif, bahkan ada yang melontarkan ucapan kasar. Situasi sempat memanas ketika ibu tersebut mencoba meminta panitia untuk mendatangi sumber masalah. Beberapa warga dilaporkan mengintimidasi ibu tersebut, sementara sebagian lainnya mencoba menenangkan.