Pesawat LAPA Tergelincir di Argentina Akibat Kelalaian Pilot

Sebuah insiden penerbangan tragis pernah terjadi di Argentina pada 31 Agustus 1999, merenggut nyawa 65 orang. Kecelakaan yang melibatkan pesawat Boeing 737-204C milik maskapai LAPA ini disebabkan oleh kesalahan prosedur fatal saat lepas landas di Aeroparque Jorge Newbery, Buenos Aires.

Pesawat dengan nomor penerbangan LAPA 3142 tersebut dijadwalkan terbang menuju Córdoba. Namun, saat mencoba lepas landas dengan kecepatan 296 km/jam, pesawat gagal terangkat dari landasan. Pesawat kemudian menerobos Avenida Costanera, menyeret sebuah mobil, dan menabrak fasilitas stasiun pengatur gas. Insiden ini memicu kebakaran hebat yang menghancurkan seluruh badan pesawat akibat tumpahan bahan bakar dan kebocoran gas.

Meskipun terjadi kebakaran besar, beberapa penumpang berhasil menyelamatkan diri melalui pintu belakang kiri yang dibuka oleh awak kabin, serta melalui celah di sisi kanan badan pesawat. Namun, 65 dari 103 orang di dalamnya tewas, dan 17 lainnya mengalami luka-luka.

Penyebab utama kecelakaan ini terungkap melalui investigasi Junta de Investigaciones de Accidentes de Aviación Civil (JIAAC). Dinyatakan bahwa pilot Gustavo Weigel dan kopilot Luis Etcheverry lupa mengepakkan flaps. Flaps adalah bagian sayap pesawat yang berfungsi meningkatkan daya angkat saat lepas landas.

Pilot dilaporkan mengabaikan suara alarm peringatan yang berbunyi selama 52 detik mengenai posisi flaps yang salah. Mereka tetap melanjutkan lepas landas hingga melewati batas kecepatan aman, yang dikenal sebagai V1. Kelalaian ini berujung pada ketidakmampuan pesawat untuk terangkat dari landasan.

Pasca tragedi, maskapai LAPA mengalami krisis keuangan dan reputasi yang parah, yang akhirnya menyebabkan perusahaan tersebut bangkrut dan berhenti beroperasi pada tahun 2003.

Terkait insiden ini, pada tahun 2005, beberapa eksekutif LAPA dan pejabat Angkatan Udara diajukan ke persidangan. Pada tahun 2010, dua pimpinan LAPA sempat dijatuhi hukuman percobaan tiga tahun penjara. Namun, vonis tersebut dibatalkan pada tahun 2014 oleh Mahkamah Kasasi Federal karena kasusnya dinyatakan kadaluarsa.

Tinggalkan komentar