Pertamina Pulihkan Ekonomi Perajin Tenun Desa Sade Pasca Kebakaran

LOMBOK TENGAH – Musibah kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Agustus lalu berdampak signifikan terhadap kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Kebakaran tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghancurkan bangunan penunjang kegiatan ekonomi dan budaya, seperti toko seni, lumbung, dan Bale Baleq.

Kondisi ini secara langsung mengganggu mata pencarian utama masyarakat yang bergantung pada kegiatan menenun, penjualan suvenir, serta profesi pemandu wisata. Bagi para perajin tenun, kehilangan peralatan dan tempat usaha menjadi tantangan besar untuk kembali berkarya dan menopang penghasilan keluarga.

PT Pertamina (Persero) hadir memberikan dukungan untuk pemulihan ekonomi masyarakat Desa Adat Sade. Perusahaan memberikan bantuan berupa 45 unit alat tenun serta pendampingan pelatihan keterampilan. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga tradisi tenun Sasak dan mendorong kebangkitan sektor pariwisata budaya di desa tersebut.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, di panggung Festival, area Pertamina Mandalika International Circuit. Aksi ini merupakan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan agar warga dapat segera kembali produktif dan memulihkan sumber pendapatan keluarga mereka. “Melalui bantuan 45 alat tenun serta pendampingan pelatihan, kami berharap para perajin Desa Adat Sade dapat kembali bekerja dan menghasilkan karya. Tradisi tenun memiliki nilai penting bagi masyarakat, baik sebagai sumber penghidupan maupun sebagai warisan budaya yang perlu terus dijaga,” ujar Arya dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Desa Adat Sade sendiri dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata budaya utama bagi masyarakat Sasak di Lombok. Kain tenun yang dihasilkan oleh para perajin menjadi simbol identitas budaya desa sekaligus produk lokal yang sangat diminati oleh para wisatawan.

Penyediaan alat tenun yang memadai menjadi langkah krusial untuk memulai kembali kegiatan produksi. Sementara itu, pendampingan pelatihan diharapkan dapat membekali para perajin dengan keterampilan yang lebih baik dan memperkuat kesiapan mereka untuk kembali menjalankan usaha secara mandiri.

Arya menambahkan bahwa kehadiran Pertamina di Mandalika membawa semangat untuk tumbuh bersama masyarakat dan memperluas manfaat dari perkembangan pariwisata bagi perekonomian lokal. “Kami ingin masyarakat sekitar turut merasakan manfaat dari berkembangnya Mandalika. Melalui program TJSL, Pertamina mendukung penguatan potensi lokal agar warga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Dukungan bagi perajin Desa Sade juga menjadi upaya menjaga tradisi tenun agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.

Menanggapi bantuan tersebut, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sade, Thalib, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pertamina atas dukungan yang diberikan kepada para perajin yang terdampak musibah. “Setelah musibah, salah satu kebutuhan warga adalah peralatan untuk kembali bekerja. Kami berterima kasih atas bantuan Pertamina karena alat tenun ini membantu para perajin memulai kembali kegiatan mereka. Harapan kami, warga dapat kembali menghasilkan kain, memperoleh penghasilan, dan menyambut wisatawan dengan karya khas Desa Sade,” ungkap Thalib.

Dengan kembalinya aktivitas menenun, diharapkan roda perekonomian desa dapat kembali berputar, mulai dari proses produksi kain hingga penjualan produk kepada wisatawan. Pemulihan usaha para perajin ini diharapkan dapat berjalan selaras dengan upaya menghidupkan kembali sektor pariwisata budaya Desa Adat Sade.

Melalui program TJSL, Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat dengan mendasarkan pada kebutuhan dan potensi lokal. Dukungan bagi perajin Desa Adat Sade sejalan dengan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pelestarian warisan budaya. Upaya ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita dalam memperkuat kewirausahaan, pemerataan ekonomi, serta kehidupan yang harmonis dengan lingkungan dan budaya.

Tinggalkan komentar