JAKARTA – Sejumlah penyandang disabilitas hadir dalam Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 dengan harapan besar menemukan pekerjaan. Mereka ingin agar kesempatan kerja yang setara dapat diberikan bagi semua.
Salah satu peserta, Ryan (29), yang mengidap autisme, menuturkan pengalamannya mencari pekerjaan sejak lulus kuliah pada tahun 2022. Ryan merupakan lulusan S1 Pendidikan Luar Biasa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
“Saya lulusan S1 Pendidikan Luar Biasa, UNJ. Sudah mencari kerja sejak tahun 2022 setelah lulus,” ujar Ryan di Hall SMESCO, Kamis (22/10/2026).
Di sela pencarian kerja, Ryan turut membantu usaha keluarganya di rumah yang menjual berbagai macam minuman, makanan, dan camilan.
“Iya, sambil membuka usaha sama keluarga yang di rumah. Itu jual minuman, jual minuman, jual aneka cemilan, snack. Nanti akan jual makanan juga,” tambahnya.
Ryan mengaku tertarik pada lowongan kerja di bidang teknologi dan desain grafis. Ia pernah menerima tawaran pekerjaan, namun memutuskan untuk berhenti setelah tiga bulan karena upah yang didapat di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Ryan juga pernah mengikuti program magang di Jakarta Creative Hub.
“Pernah, diterima namun bertahan 3 bulan, untuk gajinya tidak sebesar UMR dan sempat magang Jakarta Creative Hub, namun saya pernah lamar juga,” jelasnya.
Melalui job fair ini, Ryan berharap dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasinya. Ia juga menyuarakan harapannya agar perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi memberikan peluang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
“Semoga pengangguran bisa berkurang, dan bisa menerima pekerjaan disabilitas, termasuk autisme. Tidak hanya disabilitas fisik terlihat saja, melainkan yang tidak terlihat pun juga harus terlibat juga dalam ini,” tutup Ryan.