Penumpang internasional yang baru tiba di Indonesia kini dapat memesan tiket Kereta Cepat Whoosh untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung atau Karawang langsung melalui platform All Indonesia. Layanan terintegrasi ini telah resmi berlaku sejak kemarin.
Penyediaan akses pemesanan tiket Whoosh ini merupakan hasil tindak lanjut dari kerja sama strategis antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Perjanjian kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Dirut KCIC Dwiyana Slamet Riyadi.
Melalui skema kerja sama ini, penumpang internasional yang telah mengisi formulir deklarasi kedatangan di platform All Indonesia akan mendapatkan tautan langsung menuju laman pemesanan tiket Whoosh. Hal ini diharapkan dapat mempermudah kelanjutan perjalanan mereka setelah proses kedatangan.
“Kami ingin kemudahan perjalanan tidak berhenti di pemeriksaan Imigrasi. Setelah tiba di Indonesia, masyarakat juga harus semakin mudah melanjutkan perjalanan. Kolaborasi ini menghubungkan layanan kedatangan internasional dengan transportasi modern dalam satu akses yang lebih praktis,” kata Hendarsam dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan data operasional, Kereta Cepat Whoosh telah melayani lebih dari 16,9 juta perjalanan penumpang sejak awal beroperasi hingga Juli 2026. Dari total tersebut, sebanyak 944.087 perjalanan penumpang merupakan warga negara asing (WNA) hingga Agustus 2026.
“Angka ini menunjukkan besarnya potensi konektivitas antara kedatangan internasional dan perjalanan menuju berbagai destinasi di Jawa Barat,” tutur Hendarsam. Potensi ini menjadi dasar pentingnya integrasi layanan tersebut.
Di sisi lain, platform All Indonesia berfungsi mengintegrasikan deklarasi kedatangan untuk sektor keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina. Platform ini dapat diisi oleh penumpang sejak tiga hari sebelum kedatangan. Hingga Oktober 2026, platform tersebut telah digunakan oleh 29.119.141 penumpang internasional.
Selain penyediaan tautan pemesanan tiket, kerja sama antara Ditjen Imigrasi dan KCIC juga mencakup pertukaran data serta informasi penumpang. Pertukaran data ini bertujuan untuk mendukung fungsi pengawasan keimigrasian, dengan tetap memperhatikan keamanan dan perlindungan data pribadi.
Hendarsam menegaskan, kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’. Semangat ini diwujudkan dengan menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya modern, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui inovasi dan sinergi lintas sektor, pihaknya terus berupaya memastikan setiap perjalanan menjadi lebih nyaman.
“Imigrasi untuk Rakyat berarti setiap inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membuat perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman,” pungkas Hendarsam.