Pemkab Pakpak Bharat Sesuaikan Bantuan Alsintan untuk Percepat Pemulihan Sawah Pascabencana

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, tengah berupaya mempercepat pemulihan lahan pertanian dan konektivitas masyarakat pascabencana. Fokus penanganan diarahkan pada penyesuaian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) agar sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Bersamaan dengan itu, perbaikan Jalan Salak-Kuta Liang ditargetkan selesai dengan konstruksi yang aman dan tahan terhadap risiko kerusakan berulang.

Di sektor pertanian, tercatat sebanyak 50 hektare sawah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sekitar enam hektare mengalami kerusakan berat akibat tertimbun lumpur. Sementara itu, 44 hektare lainnya terdampak ringan karena kerusakan pada jaringan irigasi primer dan sekunder.

Petani di Dusun II Sibande, Desa Tanjung Meriah, telah menerima bantuan dari Kementerian Pertanian berupa satu unit traktor roda empat, satu unit traktor roda dua, dan dua unit penyemprot tangan. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengolahan kembali lahan sehingga petani segera dapat memasuki masa tanam.

Hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa traktor roda empat belum dapat menjangkau area sawah karena keterbatasan akses dan ukuran petak lahan. Alat tersebut kemudian dialihkan untuk mengolah lahan darat bagi penanaman padi gogo. Para petani setempat mengusulkan adanya bantuan kultivator berukuran lebih kecil agar lebih sesuai digunakan di lokasi sawah.

Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, menekankan pentingnya kesesuaian alat dengan kondisi lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat meningkatkan produktivitas petani.

“Bantuan alsintan telah diterima, tetapi pemanfaatan traktor roda empat pada sawah yang ditinjau terkendala akses. Diperlukan penyesuaian jenis alat dengan kondisi lahan serta kepastian lokasi pemanfaatan bantuan yang sudah tersedia,” ujar Fadjar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2026).

Pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian akan melakukan verifikasi terhadap kebutuhan kultivator, kemampuan traktor roda dua yang telah tersedia, kesiapan operator, serta rencana pemeliharaan alat. Hasil verifikasi ini akan disandingkan dengan rencana pengadaan 117 unit alsintan prapanen dan pascapanen senilai sekitar Rp8,8 miliar dalam Rencana Induk 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah ketidaksesuaian dan duplikasi bantuan.

Selain sektor pertanian, pemulihan juga dilakukan pada jalan kabupaten ruas Salak-Kuta Liang di Desa Kecupak, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut. Pekerjaan yang didanai melalui skema Transfer ke Daerah ini masih berada pada tahap awal. Material konstruksi didatangkan dari Subulussalam, Aceh.

Ruas jalan tersebut berbatasan langsung dengan lereng curam dan memiliki ruang lalu lintas yang terbatas. Oleh karena itu, pekerjaan perbaikan perlu disertai dengan penguatan tanah penopang badan jalan, penataan drainase, pemasangan pembatas pengaman dan rambu, serta pengaturan arus kendaraan selama konstruksi berlangsung.

Pelaksana pekerjaan didorong untuk menyusun target mingguan, menjaga pasokan material dan tenaga kerja, serta menyesuaikan jadwal dengan kondisi musim penghujan. Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat akan memantau progres secara berkala dan menyampaikan kendala yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui Satgas PRR.

“Perbaikan sawah perlu segera dilakukan sehingga petani dapat kembali bercocok tanam. Perbaikan Jalan Salak-Kuta Liang sedang berlangsung dan memerlukan pengawasan terhadap mutu konstruksi, kestabilan sisi jalan, drainase, serta keselamatan lalu lintas,” tutup Fadjar.

Tinggalkan komentar