Pasar Taman Puring Direvitalisasi Menjadi Taman Disabilitas, Pedagang Kaget Akan Direlokasi

JAKARTA – Para pedagang di Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, menyuarakan keterkejutan mereka atas rencana relokasi yang diumumkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan komitmennya untuk menyediakan lokasi berdagang yang layak bagi para pedagang setelah pasar tersebut sepenuhnya dialihfungsikan menjadi Taman Setara bagi penyandang disabilitas.

Saat ini, Pemprov DKI masih dalam tahap pembahasan dan pertimbangan mengenai lokasi relokasi yang optimal bagi para pedagang. “Pedagangnya tentunya kita harus carikan tempat untuk mereka tetap bisa berdagang dan sebagainya. Nah, itulah yang sedang dalam tahap pembahasan,” ujar Pramono seusai peresmian Gereja Masehi Advent di Jakarta Timur, Minggu (25/10/2026).

Pramono menekankan pentingnya memikirkan kesejahteraan para pedagang di tengah kondisi ekonomi saat ini. “Karena bagaimanapun dalam kondisi seperti ini, ekonomi seperti ini, saya selalu memikirkan bagaimana para pedagang itu juga bisa berusaha dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Rencana revitalisasi Pasar Taman Puring menjadi Taman Setara telah digagas sejak tahun 2025, ketika Muhammad Anwar masih menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan. “Jadi sebenarnya sebelum wali kota yang baru, Pak (Muhammad) Anwar sudah mengusulkan kepada saya, dan secara prinsip saya sudah setujui untuk Taman Puring yang terbakar pada waktu itu dilakukan revitalisasi dan digunakan sebagai taman sepenuhnya,” jelas Pramono.

Gubernur menjelaskan bahwa Jakarta memiliki banyak taman, namun belum ada yang secara khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. “Karena Jakarta belum punya taman disabilitas, sehingga itu menjadi keperluan yang utama, sehingga mudah-mudahan Taman Puring ini segera bisa kita wujudkan menjadi taman disabilitas,” tuturnya.

Sementara itu, para pedagang Pasar Taman Puring mengaku terkejut dengan adanya wacana relokasi ke Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Mereka berharap Pasar Taman Puring dapat direvitalisasi di lokasi yang sama agar pelaku UMKM tidak perlu pindah ke tempat baru.

Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, mengungkapkan bahwa informasi mengenai relokasi ke Lenteng Agung baru diketahuinya melalui pemberitaan di media sosial. Hal ini berbeda dengan pertemuan audiensi sebelumnya dengan pihak Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang belum menyebutkan lokasi tujuan relokasi secara spesifik.

“Waktu kemarin Pak Wali itu dalam kita audiensi ke sana, tidak menyebutkan di lokasinya di mana. Bahwa cuma akan ada relokasi seperti itu. Semenjak tahu itu, saya tahu dari media sosial di detikcom itu bahwa akan perencanaan ada relokasi ke Lenteng Agung,” kata Asmun kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).

Asmun menambahkan bahwa mayoritas pedagang bertempat tinggal di wilayah Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru, yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Taman Puring. Jarak tempuh ke Lenteng Agung dinilai akan memberatkan pedagang dari segi biaya transportasi harian.

“Kami sebagai pedagang dan bersama teman-teman juga pedagang di lapak, semua kaget bahwa kalau ke Lenteng Agung posisinya itu kan jauh dari tempat tinggal kita. Posisinya itu juga sangat tidak memungkinkan untuk relokasi para pedagang. Sebagai pedagang saya agak berat kalau ke Lenteng Agung,” keluh Asmun.

Ia melanjutkan, “Perjalanannya setiap harinya itu kan lumayan membutuhkan jarak dan biaya cost-nya nggak sedikit mondar-mandirnya itu, bukanya, tutupnya.”

Tinggalkan komentar