NasDem Gelar Sekolah Pemikiran Bung Hatta untuk Tingkatkan Integritas Kader

Partai NasDem menyelenggarakan Sekolah Pemikiran Bung Hatta di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, integritas, dan karakter para kadernya.

Kolaborasi antara NasDem dengan Yayasan Hatta dan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini mengangkat tema ‘Etika Negarawan sebagai Fondasi Kepemimpinan untuk Keadilan, Pendidikan, dan Demokrasi’.

Sekretaris Jenderal Nasdem, Hermawi Taslim, menyatakan bahwa sekolah pemikiran ini merupakan kelas mandiri pertama yang diselenggarakan oleh partainya. Ia berharap para kader tidak hanya terpaku pada urusan administratif seperti membaca Surat Keputusan (SK) atau pesan WhatsApp (WA). “Agar kader NasDem itu tidak hanya terpaku membaca SK dan membaca WA, tapi juga terus-menerus meningkatkan intelektualitas dalam rangka mempertinggi integritasnya. Integritas itu, pesan Pak Surya Paloh, integritas dan karakter itu paling penting,” ujar Hermawi.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta, termasuk 15 anggota DPRD dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta lima dewan pengurus muda. Hermawi menambahkan bahwa evaluasi akan dilakukan setelah kegiatan ini selesai, untuk kemudian dijadikan panduan bagi daerah dalam memperdalam pemikiran Bung Hatta. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan LP3ES dan Yayasan Bung Hatta atas kepercayaan yang diberikan kepada Partai NasDem.

Ketua Yayasan Hatta, Halida Hatta, menjelaskan bahwa inisiasi sekolah pemikiran ini bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda. Ia berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk mengupas pemikiran Bung Hatta mengenai nasionalisme, kemerdekaan, ekonomi, dan etika. “Kita harus sadar bahwa membangun karakter adalah kita mempunyai suatu power dari dalam diri untuk membuat karakter yang baik pada diri kita. Dan itu Bung Hatta bicara hanya satu kalimat: orang yang pintar sekali, tetapi kalau dia tidak punya karakter atau character loss, itu tidak berarti untuk masyarakat,” ungkap Halida.

Halida Hatta juga menekankan bahwa Bung Hatta menulis berdasarkan pengalaman dan memiliki tekad kuat untuk menciptakan manusia Indonesia yang bermartabat. “Ternyata itu semua ada di dalam pikiran-pikiran Bung Hatta. Bung Hatta itu orang yang ketika berbicara atau menuliskan, dia berdasarkan pengalamannya. Dan dari kecil ia sudah mempunyai satu tekad: penjajahan itu tidak baik, maka itu harus diupayakan bahwa manusia harus bermartabat, manusia harus mempunyai kehidupan yang berkualitas,” jelasnya.

Tinggalkan komentar