Namu Balai Kota Dibuka, Warga Antusias Jelajahi Fasilitas Publik dan Layanan Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka uji coba program Namu Balai Kota pada hari ini, yang disambut antusias oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga anak-anak pejuang kanker. Sejak pagi, antrean panjang terlihat di area pendopo Balai Kota, menunjukkan minat tinggi masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini.

Acara uji coba ini dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Suharini Eliawati bersama Kadiskominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi. Ke depannya, program Namu Balai Kota direncanakan akan dibuka setiap hari Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB, memberikan kesempatan lebih luas bagi warga untuk berkunjung.

Setelah seremoni pembukaan, para peserta diajak mengikuti tur Balai Kota yang meliputi kunjungan ke sejumlah ruang penting. Destinasi tur mencakup Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, hingga pusat pengelolaan Jakarta Smart City. Di setiap ruangan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan fungsi area tersebut, termasuk kisah di balik lukisan yang menghiasi dinding-dinding Balai Kota.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga interaktif. Anak-anak tampak antusias menjawab pertanyaan dari para pemandu tur. Mereka juga berkesempatan mencoba program Kids on Air di Studio Berita Jakarta, merasakan pengalaman menjadi reporter cilik dan mengenal lebih dekat proses produksi berita. Beberapa anak dari Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) turut mencoba menjadi presenter cilik, menunjukkan keceriaan mereka saat melihat teman-teman membacakan berita.

Selain kegiatan tur dan edukasi, Namu Balai Kota juga menghadirkan Mini Mall Pelayanan Publik. Fasilitas ini memungkinkan warga untuk mengakses berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi terpadu. Layanan yang tersedia meliputi pengurusan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, serta Samsat Keliling dari Bapenda DKI Jakarta.

Warga juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, program pilah sampah dari Dinas Lingkungan Hidup, pembukaan rekening Bank Jakarta, dan layanan perizinan berusaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Layanan kependudukan dari Dinas Dukcapil serta pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan juga turut melengkapi.

Asisten Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif dari Gubernur DKI Jakarta yang bertujuan menjadikan Balai Kota sebagai ruang yang lebih terbuka dan akomodatif bagi seluruh warga. “Beliau menginginkan bahwa yang namanya Balai Kota merupakan tempat yang terbuka yang bisa dikunjungi oleh warganya,” ujar Elly.

Lebih lanjut, Elly berharap pembukaan Balai Kota ini dapat menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap Jakarta, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda. “Kalau mereka adalah anak-anak yang masih sekolah, itu punya cita-cita, bagaimana sih dia merasa Jakarta ini bagian dari mereka. Jadi pembangunan Jakarta merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Melalui program Namu Balai Kota, warga diharapkan dapat mengenal kompleks Balai Kota DKI Jakarta lebih dekat melalui rangkaian tur, kegiatan edukasi, seni, budaya, hingga akses layanan publik yang komprehensif.

Tinggalkan komentar