Bogor – Tumpahan limbah yang diduga Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) memenuhi jalan serta halaman ruko di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi setelah truk yang mengangkut limbah tersebut melakukan pengereman mendadak.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa kegiatan penyelamatan dan pertolongan darurat dilakukan untuk membersihkan tumpahan limbah tersebut. “Limbah diduga B3,” kata Yudi Santosa pada Jumat (3/10/2026).
Menurut Yudi, insiden bermula saat truk dalam perjalanan dari Purwakarta menuju Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Sesampainya di Jalan Cileungsi-Setu, sebuah mobil pribadi di depannya mengerem mendadak. Hal ini membuat sopir truk ikut melakukan pengereman mendadak.
Akibatnya, muatan limbah yang tidak ditutup terpal berceceran dan tumpah ke jalanan serta ruko-ruko warga yang berada di kanan-kiri jalan. “Mengakibatkan muatan tersebut berceceran ke jalanan dan ke ruko-ruko warga yang di kanan-kiri jalan,” lanjutnya.
Yudi menambahkan bahwa sopir truk sempat melarikan diri setelah kejadian. Namun, ia dikejar oleh warga yang kemudian memintanya untuk bertanggung jawab atas pembersihan. Warga mengarahkan sopir untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar limbah yang tumpah dapat dibersihkan.
“Driver sempat pergi meninggalkan lokasi kejadian. Lalu masyarakat mengejar mobil tersebut, untuk sopir bertanggung jawab membersihkan jalanan dan ruko tersebut. Warga mengarahkan driver untuk segera memanggil petugas pemadam kebakaran, untuk dibantu semprot limbah tersebut,” terang Yudi.
Tim pemadam kebakaran kemudian membersihkan tumpahan limbah yang menumpuk dan dilanjutkan dengan penyemprotan menggunakan air yang dicampur dengan Rinso. “Tumpahan limbah berhasil dibersihkan dengan cara tumpahan limbah yang menumpuk kita bersihkan. Lanjut melakukan penyemprotan menggunakan air di tangki dicampurkan dengan Rinso,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Cileungsi Kompol Edison membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk untuk mendapatkan keterangan mengenai kronologi kejadian dan jenis limbah yang diangkutnya.
“Betul kejadiannya masuk wilayah Cileungsi, untuk lokasi tadi damkar sudah melakukan penyemprotan ya, sudah dibersihkan,” kata Edison saat dihubungi terpisah.
“Sementara sopir sedang kita mintai keterangan dan lainnya. Kita belum mengetahui jenis limbahnya, limbah apanya kita masih menunggu keterangan,” imbuhnya.