Menlu Tata Lanjutkan Prinsip Bebas Aktif, Kebijakan Luar Negeri RI Tetap Konsisten

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir atau Tata menyatakan komitmen untuk melanjutkan dan memperkuat prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Penegasan ini disampaikan dalam pernyataan pers pertamanya di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, pada Senin (12/10/2026).

Tata mengapresiasi kinerja menteri sebelumnya, Sugiono, yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Ia berterima kasih atas dedikasi Sugiono dalam memastikan politik luar negeri Indonesia tetap konsisten pada prinsip bebas aktif dan amanat konstitusi, terutama di tengah kompleksitas geopolitik dunia yang semakin meningkat.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sugiono. Dua tahun terakhir bukan masa yang mudah. Geopolitik makin rumit, dunia bergerak dari satu krisis ke krisis berikutnya,” ujar Tata, merujuk pada tantangan global yang dihadapi.

Ia melanjutkan, “Tapi di tengah semua itu, Pak Sugiono memastikan politik luar negeri kita tetap konsisten pada prinsip bebas aktif dan amanat konstitusi.”

Lebih lanjut, Menlu Tata menegaskan bahwa pergantian posisi menteri tidak akan mengubah arah kebijakan luar negeri Indonesia. Prinsip bebas aktif akan terus dijaga dan diperkuat.

“Itulah yang saya akan lanjutkan, saya perkuat, dan saya jaga. Ini bukan halaman baru, ini adalah bab berikutnya di buku yang sama,” tegasnya. “Saya ingin mulai dari satu hal yang paling mendasar. Menteri boleh berganti, arah politik luar negeri Indonesia, tidak,” sambung Tata.

Sebelumnya, telah dilaksanakan serah terima jabatan (sertijab) Menlu dari Sugiono kepada Arrmanatha Nasir. Acara tersebut berlangsung di kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta serta sejumlah pegawai kementerian.

Tinggalkan komentar