Makassar Perkuat Perlindungan Sosial Lewat Gerakan Peduli Tetangga

JAKARTA – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos). Inisiatif Kementerian Sosial (Kemensos) ini dirancang untuk memperluas jangkauan pendataan masyarakat kurang mampu.

Dalam acara tersebut, para pengurus RT dan RW se-Kota Makassar secara khusus dilibatkan sebagai Agen Perlinsos melalui deklarasi komitmen bersama. Pelibatan masyarakat secara aktif ini diharapkan dapat mempermudah akses pelayanan sosial di tingkat akar rumput.

Mensos Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa program nasional ini merupakan tindak lanjut dari arahan strategis Presiden terkait pembenahan data penerima bantuan sosial (bansos). “Semuanya ini dilakukan secara bertahap, kita telah uji coba di Kabupaten Banyuwangi, lalu dikembangkan di 42 kabupaten/kota termasuk Makassar, dan nantinya akan diberlakukan seluruh Indonesia,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/10/2026).

Sistem Perlinsos digital berbasis agen ini dipersiapkan untuk mengintegrasikan berbagai basis data nasional, mulai dari data kependudukan (Dukcapil) hingga data Badan Pertanahan Nasional. Melalui sistem ini, warga dapat melakukan pendaftaran ulang penerima bansos atau mengusulkan diri sendiri maupun orang lain untuk mendapatkan perlindungan sosial. “Sehingga dengan begitu, setiap masyarakat bisa melakukan registrasi ulang penerima bansos. Atau yang kedua, mengusulkan diri sendiri atau orang lain untuk bisa mendapatkan perlindungan sosial,” jelasnya.

Sistem penyaluran terintegrasi ini ditargetkan mulai berlaku secara penuh pada tahun 2027 mendatang.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi kepercayaan Kemensos yang menjadikan wilayahnya sebagai lokasi proyek percontohan. Ia menilai momentum ini sangat tepat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam membenahi penyaluran bantuan. “Kita berharap dengan kolaborasi ini bisa memastikan perlindungan sosial atau bantuan-bantuan yang datang dari pemerintah itu benar-benar bisa sampai tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkannya,” tutur Arifuddin.

Terobosan pendataan strategis ini sangat mengandalkan peran RT dan RW sebagai garda terdepan. Keterlibatan aparatur terbawah ini dipercaya mampu menyisir warga prasejahtera yang selama ini kesulitan mengakses bantuan pemerintah. Capaian pembentukan Agen Perlinsos di Kota Makassar telah menunjukkan tren peningkatan yang sangat positif.

“Hingga saat ini, capaian pembentukan Agen Perlinsos di Makassar telah menyentuh angka 31 persen. Jumlah ini meningkat drastis hingga 12 persen dibandingkan kondisi tiga bulan sebelumnya,” tambah Arifuddin. Pemerintah kota menargetkan angka partisipasi agen kemanusiaan ini mampu menembus 50 persen pada akhir tahun. Untuk mempercepat capaian tersebut, ruang pendaftaran agen kini dibuka seluas-luasnya bagi seluruh kelompok masyarakat.

Acara peluncuran ini turut dihadiri jajaran pejabat penting, termasuk Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat secara lebih merata.

Tinggalkan komentar