TANGERANG SELATAN – Seorang mahasiswa berinisial MF (23) meninggal dunia setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Peristiwa nahas ini terjadi saat korban sedang merekam video untuk keperluan tugas kuliahnya.
Sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian sempat melihat puing-puing kamera serta topi yang diduga milik korban di area dekat titik kecelakaan. Uus (55), seorang saksi mata yang berprofesi sebagai penjaga warung di sekitar lokasi, menuturkan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB, sesaat setelah waktu Magrib.
“Emang ada kamera, ada patahan kameranya di situ jatuh. Ada kayak kamera yang panjang itu kan suka ada kepalanya tuh yang suka diputer tuh, ada di situ jatuh sama topi. Saya lihat ke situ,” ujar Uus pada Minggu (11/10/2026).
Menurut Uus, korban sempat terseret sejauh kurang lebih 200 meter dari titik awal tertemper. Ia menambahkan bahwa anak-anak yang baru pulang mengaji adalah yang pertama kali memberitahunya mengenai kecelakaan tersebut.
“Nah, di situ yang ada cuman topi sama kepala kamera itu. Nah, terus saya tanya, ‘Orangnya ke mana?’ Orangnya nyangkut, kebawa ke depan. Nah, selang 5 menit kereta kan berhenti. Ya udah, si almarhum itu jatuh di situ,” jelasnya.
Uus juga mengungkapkan bahwa korban dan teman-temannya telah berada di sekitar lokasi sejak hari Rabu (7/10) untuk melakukan proses syuting video tugas kuliah. Insiden tertemper KRL ini sendiri terjadi pada hari Kamis (8/10).
Saat kejadian, korban dilaporkan berdiri di dekat rel kereta api yang mengarah ke Jakarta. Beberapa anak kecil yang berada di sekitar lokasi bahkan sempat memperingatkan korban.
“Nah, dia lagi nge-videoin, kan di sini sering kereta tuh, antara antara kereta yang mau ke Serpong sama yang ke Jakarta. Nah, dia lagi apa, ngevideoin kereta yang dari Jakarta, dari Sudimaralah gitu,” kata Uus.
“Datanglah kereta yang dari arah Serpong. Diitu ama anak kecil itu udah dibilangin, ‘Bang, ada kereta, ada kereta’. Dia udah enggak denger, keburu disamber,” tambahnya.
Kepala Humas Universitas Pamulang, Muhyiddin Fanda, membenarkan bahwa MF adalah mahasiswanya yang sedang mengerjakan tugas kuliah. MF diketahui merupakan mahasiswa semester 5 jurusan Ilmu Komunikasi.
“Semester 5, bukan tugas akhir tapi tugas kuliah biasa. Bukan (tugas akhir), tugas kelompok untuk salah satu mata kuliah,” kata Muhyiddin.
Muhyiddin menjelaskan bahwa tugas yang sedang dikerjakan MF dan teman-temannya adalah sebuah produksi video. Pihak kampus pun telah menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa mahasiswanya tersebut.
“Almarhum memang sedang mengerjakan tugas produksi video untuk salah satu mata kuliah, yang dikerjakan secara berkelompok,” ujarnya.
Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (8/10). Polisi telah menyita barang bukti berupa telepon genggam dan kamera digital yang diduga digunakan korban untuk membuat konten tugas kuliah.
“Menurut keterangan saksi, yang bersangkutan sedang membuat konten untuk kepentingan tugas kuliah, lalu pada saat berkegiatan tersebut korban tertemper kereta yang melintasi tempat korban dan saksi,” ujar Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq dalam keterangannya pada Jumat (9/10/2026).
Setelah tertemper KRL, jenazah korban ditemukan dalam posisi telentang di atas rel, setelah terseret sekitar 200 meter. Petugas kepolisian telah mengevakuasi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi terkait insiden ini.
“Selanjutnya, sekira pukul 19.00 WIB, Piket Fungsi Polsek Ciputat Timur tiba di TKP dan melakukan olah TKP. Lalu menghubungi Identifikasi Polres Tangerang Selatan,” jelasnya.