TANGERANG SELATAN – Polisi telah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara di lokasi ledakan yang menggemparkan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan. Hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa ledakan tersebut tidak disebabkan oleh bom.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, menyatakan di lokasi kejadian pada Kamis (15/10/2026), “Hasil olah TKP dengan jibom dan sebagainya, ini bukan bom. Ya, ini bukan bom. Ini adalah ledakan, ya, yang saat ini masih didalami. Memang di luar, setelah olah TKP, ada ditemukan beberapa tabung, ya.”
Dalam proses olah TKP, petugas menemukan sebuah tabung gas etilen seberat 52 kilogram. Susatyo menjelaskan bahwa gas etilen lazim digunakan untuk mempercepat proses pematangan buah. “Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen, ya. Tabung etilen 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah, mematangkan buah,” ujarnya.
Ledakan yang terjadi pada Rabu (14/10) pukul 18.15 WIB tersebut menyebabkan kerusakan pada sekitar empat blok ruko dua lantai. Hingga kini, tercatat dua orang meninggal dunia dan sebelas lainnya mengalami luka-luka.
“Evakuasi terhadap korban yang saat ini masih terus dilakukan pendataan dan informasi dua orang meninggal dan ada sekitar sebelas luka-luka, ya,” kata Susatyo.
Seluruh korban yang terdampak telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, termasuk RS Sari Asih, RS Fatmawati, dan RSUD Tangerang Selatan. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung hingga malam. Petugas gabungan terus melakukan penyisiran di reruntuhan untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun.
“Upaya pencarian dan pertolongan terus kami lakukan bersama unsur Potensi SAR dan instansi terkait,” ungkap Desiana.