Lampung 100% Lengkap Bentuk Tim Siber, Raih Apresiasi BSSN

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Lampung berhasil meraih penghargaan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam kategori ‘Provinsi 100% Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Teregistrasi’. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Pemprov Lampung dalam memperkuat keamanan ruang digital dan ketahanan siber di wilayahnya.

Lampung dinilai telah berhasil mendorong dan merealisasikan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) di tingkat provinsi hingga mencakup seluruh kabupaten dan kota. Capaian ini menunjukkan kesiapan Lampung dalam mendeteksi, mencegah, menanggulangi, dan memulihkan insiden keamanan informasi di ruang digital publik secara cepat, tepat, dan terintegrasi di bawah koordinasi BSSN.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus memperkuat ekosistem digital di Lampung. “Pada pagi hari ini, kami mewakili Pak Gubernur Lampung menerima penghargaan dari BSSN RI sebagai sebagai salah satu provinsi yang TTIS-nya, seluruhnya lengkap di seluruh kabupaten/kota. Tentu saja ini merupakan sebuah apresiasi yang sangat baik bagi kami pemerintah daerah untuk bisa mengembangkan infrastruktur digital di daerah lebih baik lagi,” ujar Jihan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi, pada acara Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Pemerintahan dan Pembangunan Manusia yang diselenggarakan di Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok. Jihan menekankan pentingnya pengawalan pembangunan transformasi digital agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, tanpa mengesampingkan aspek ketahanan siber.

“Doakan semoga kami bisa mengawal pembangunan infrastruktur digital lebih baik dan lebih maju lagi di seluruh kabupaten/kota, dan tentunya manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dan juga daerah. Tentu saja diimbangi dengan keamanan digital di masing-masing kabupaten/kota. Terima kasih, salam Lampung Maju,” ucapnya.

Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi, mengingatkan bahwa keamanan siber dan persandian di era modern telah bergeser dari sekadar urusan teknis menjadi komponen vital ketahanan nasional dan pertarungan geopolitik. Di balik sistem server pemerintah tersimpan data publik, transaksi perekonomian, hingga operasional layanan vital masyarakat.

BSSN mencatat tren eskalasi serangan siber yang menuntut kewaspadaan tinggi. Berdasarkan data National Cyber Operations Center BSSN, anomali trafik serangan melonjak drastis dari sekitar 700 juta per tahun menjadi 5,5 miliar potensi serangan pada 2025. Hingga triwulan IV tahun 2026, tercatat setidaknya 3,1 miliar potensi ancaman atau setara 133 potensi serangan per detik.

Menghadapi tantangan tersebut, Nugroho menyambut positif progres pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT) di tingkat pusat dan daerah yang saat ini telah mencapai 97 persen, meningkat tajam dari angka 50 persen di akhir 2024. Menurutnya, TTIS di daerah memegang fungsi vital sebagai instrumen tanggap mula saat krisis siber melanda.

“Tim Tanggap Insiden Siber organisasi adalah merupakan first responder, pihak pertama yang mengetahui dan bertindak pertama kali manakala terjadi insiden. Sehingga Tim Tanggap Insiden Siber organisasi dan sektor sejatinya adalah perpanjangan tangan dari NatCSIRT dalam hal ini BSSN di lapangan. Bukan hanya sekadar forwarder laporan,” tegas Nugroho.

Nugroho menegaskan penguatan TTIS wajib bertumpu pada perpaduan tiga pilar: kapabilitas teknis (identifikasi, proteksi, deteksi, penanganan, dan pemulihan), tata kelola berlapis (*defense-in-depth* melalui SOP regulasi, pengamanan fisik, jaringan, aplikasi, dan enkripsi data), serta sertifikasi kecakapan personel pengawak.

“Pengukuhan hari ini adalah langkah awal sejatinya, bukan akhir. Kapabilitas Tim Tanggap Insiden Siber masih perlu terus diperkuat secara bertahap dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, kapabilitas deteksi, respons pemulihan, kompetensi SDM, hingga kolaborasi lintas sektor. Mari kita jaga ruang siber agar kita nyaman karena aman,” pungkas Nugroho.

Tinggalkan komentar