JAKARTA – Tujuh perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Bogor-Jakarta Kota atau yang dikenal sebagai Red Line terpaksa dibatalkan pada Senin (19/10/2026) pagi. Pembatalan ini dilakukan oleh KAI Commuter karena adanya kebutuhan perawatan sarana kereta.
Akibat pembatalan tersebut, sejumlah penumpang atau yang akrab disapa ‘Anker’ (anak kereta) mengeluhkan waktu tunggu yang menjadi lebih lama dan kepadatan di dalam kereta yang meningkat drastis.
Salah seorang penumpang, Sabrina (25), mengaku harus menunggu sekitar 20 menit di Stasiun Bojong Gede untuk bisa naik kereta menuju Stasiun Tebet. Ia menjelaskan bahwa waktu tunggu yang lebih lama ini disebabkan oleh kereta yang datang sudah sangat penuh.
“Mungkin hari ini kelihatannya lebih padat dari biasanya, karena biasanya aku tuh cuma nunggu mungkin paling cuman 10 menit, ini sempat 20 menitan sih aku tunggu,” ujar Sabrina saat ditemui di Stasiun Tebet.
Kondisi di dalam gerbong pun tak kalah padat. Sabrina menggambarkan bahwa ia hampir tidak bisa bergerak di dalam gerbong, bahkan di gerbong khusus perempuan.
“Kepadatannya benar-benar padat banget sih, aku merasakannya. Karena memang tadi sempat kayak desak-desakan gitu, benar-benar enggak bisa gerak sama sekali dari sisi kita, aku kan ngambilnya gerbong perempuan ya, di gerbong pertama itu enggak bisa gerak,” tuturnya.
Penumpang lain, Zulfa (17), juga merasakan hal serupa. Ia menyebutkan bahwa jalur Red Line hari ini jauh lebih padat dari biasanya, bahkan ada sebagian penumpang yang sudah menunggu di peron tidak berhasil masuk ke dalam kereta.
“Kalau yang ini tadi pagi sih, padatnya tuh padat banget, Kak, sampai orang-orang tuh nggak bisa masuk gitu, Kak. Sebagian yang nggak bisa masuk. Tapi kalau biasanya tuh, kadang masih bisa-bisa maksain, gitu,” kata Zulfa.
Menanggapi situasi ini, Zulfa berharap agar KAI Commuter dapat mengatur jadwal operasional KRL dengan lebih baik, terutama menghindari pembatalan di jam-jam sibuk.
“Mungkin lebih kalau misalnya ada pembatalan itu mungkin lebih spesifik untuk penjadwalannya, karena kasihan untuk teman-teman yang lain yang benar-benar pengguna KRL yang setiap hari menggunakan KRL jadi kendala di jadwal yang seharusnya memang dia biasa berangkat jam segitu, terus tiba-tiba harus terlambat sampai kantornya,” harapnya.
Sebelumnya, KAI Commuter telah menginformasikan pembatalan tujuh perjalanan KRL jalur merah melalui akun X miliknya. “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Sehubungan adanya perawatan pada sarana kereta yang saat ini sedang dalam penanganan petugas terkait, KAI Commuter melakukan penyesuaian pola perjalanan,” tulis KAI Commuter.