Jakarta – Pemandangan tak biasa kini tersaji di kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur. Area yang sebelumnya kerap diidentikkan dengan potensi konflik, kini telah bertransformasi menjadi sebuah arena ring tinju. Inisiatif ini diambil sebagai salah satu strategi pencegahan tawuran di wilayah tersebut.
Amatan di lokasi pada Sabtu (17/10/2026) pagi menunjukkan berdirinya dua arena ring tinju yang kokoh di bawah struktur flyover. Pagar putih mengelilingi arena, yang juga telah dilengkapi dengan samsak-samsak tinju siap pakai. Sebuah poster bertuliskan ‘Kampung Melayu Flyover Boxing Camp’ terpampang di sisi pagar, lengkap dengan logo tinju tangan, menandakan fungsi baru area ini.
Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu, menjelaskan bahwa pembangunan arena ring tinju ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang publik di kolong flyover. Lebih penting lagi, arena ini difungsikan sebagai sarana antisipasi terhadap aksi tawuran yang sebelumnya kerap terjadi di wilayah Jatinegara, khususnya di sekitar Kampung Melayu.
Bambang menambahkan bahwa pembangunan ring tinju ini merupakan tindak lanjut atas masukan dari berbagai komunitas dan merupakan arahan langsung dari Gubernur DKI Jakarta. “Maka ditindaklanjuti oleh Pak Wali Kota dengan pembangunan ring tinju di lokasi tersebut. Dan juga merupakan arahan dari Pak Gubernur, ini juga merupakan arahan dari Pak Gubernur untuk pembuatan ring tinju di flyover Kampung Melayu tersebut,” ujarnya.
Pihak pemerintah berharap kehadiran ring tinju ini dapat menekan angka tawuran di Jatinegara dan Kampung Melayu. Diharapkan pula, anak-anak muda yang memiliki bakat terpendam dapat menyalurkan energi mereka melalui olahraga tinju, baik amatir maupun profesional, daripada terlibat dalam aksi kekerasan. “Nanti kita kan kolaborasi dengan PB Pertina, dengan PB Perbapi, itu kita kolaborasi supaya kalau misalkan PB Pertina, PB Perbapi itu melihat ada bakat-bakat anak-anak yang suka tawuran bisa disalurkan nanti ke tinju amatir atau tinju profesional, itu nanti bisa dibawa oleh mereka gitu, oleh Pertina atau Perbapi,” tutur Bambang.