Acara peringatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diwarnai kericuhan akibat penggunaan petasan yang berlangsung hingga dini hari. Peristiwa ini memicu protes dari warga dan berujung pada adu argumen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi insiden tersebut dan menekankan pentingnya kegiatan masyarakat tidak sampai mengganggu ketertiban lingkungan sekitar. Ia mengaku mengikuti perkembangan peristiwa yang terjadi hampir tengah malam itu.
“Kurang lebih jam 02.00 saya membaca itu, kemudian saya meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berperan,” kata Pramono saat ditemui di TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Ia menambahkan, “Karena bagaimanapun tidak eloklah bahwa sudah jam 01.00 malam masih membunyikan petasan dan sebagainya.”
Pramono berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga menginstruksikan jajaran pemerintah kota untuk lebih aktif dalam mengatur kegiatan masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kebetulan hadir dalam kesempatan ini ada Wali Kota Jakarta Timur dan Wali Kota Jakarta Selatan. Hal yang berkaitan dengan itu kita batasi,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan penggunaan petasan masih dapat dilaksanakan, namun harus memperhatikan waktu yang tepat agar tidak mengganggu kenyamanan warga. “Kalau memang masih jam sore, monggo saja, tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauan dari unggahan media sosial Instagram pada Senin (5/10/2026), tampak seorang wanita memprotes panitia penyelenggara acara Maulid. Protes tersebut kemudian berujung pada cekcok dengan beberapa orang di lokasi.
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memantau kejadian tersebut. Saat ini, proses mediasi sedang dilakukan oleh pihak kelurahan. “Sudah, sedang dimediasikan oleh lurah,” kata Seala.