JAKARTA – Proses pemulihan di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana hampir setahun lalu terus digalakkan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen mendampingi masyarakat dalam memulihkan kehidupan yang sempat terhenti akibat musibah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa penanganan pascabencana dilakukan secara komprehensif, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pekerjaan yang dilakukan mencakup pembukaan kembali akses jalan dan jembatan yang terputus, pemulihan layanan air bersih, serta penyediaan hunian sementara bagi warga yang terdampak.
Selain fokus pada infrastruktur fisik, Kementerian PU juga membangun kembali fasilitas masyarakat dan pelayanan publik. Tujuannya adalah agar aktivitas warga dapat segera kembali berjalan normal. Dody menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berhenti pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga pada pengembalian aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
“Pemulihan tidak berhenti ketika infrastruktur kembali berdiri. Yang ingin dikembalikan adalah kehidupan di sekitarnya,” ujar Dody dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026). Ia menambahkan bahwa pemulihan infrastruktur yang optimal diharapkan dapat mendukung kegiatan masyarakat, seperti memungkinkan anak-anak kembali bersekolah dan warga dapat kembali bekerja.
Akses jalan yang kembali berfungsi juga dinilai krusial untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, warga dapat kembali menata aktivitas keseharian mereka. “Ketika jalan kembali dilalui, anak-anak bisa kembali bersekolah, warga dapat bekerja, kebutuhan sehari-hari kembali terjangkau, dan keluarga mulai menata hari-harinya,” jelas Dody.
Lebih lanjut, pekerjaan pemulihan ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung melalui program padat karya. Hal ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga ikut serta dalam upaya membenahi lingkungan tempat tinggal mereka.
Hingga 22 September 2026, program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dijalankan Kementerian PU di tiga provinsi terdampak telah mencakup 370 fasilitas peribadatan, 121 fasilitas kesehatan, dan 364 fasilitas pendidikan keagamaan. Rinciannya, di Provinsi Aceh terdapat 137 fasilitas peribadatan yang masuk program, dengan 109 lokasi telah memulai konstruksi. Di Sumatera Utara, tercatat 208 fasilitas peribadatan dengan 64 lokasi mulai konstruksi. Sementara itu, di Sumatera Barat, ada 25 fasilitas peribadatan dengan tiga lokasi yang telah memulai konstruksi.
Untuk fasilitas kesehatan, program mencakup 50 fasilitas di Aceh dengan 43 lokasi telah memulai konstruksi. Di Sumatera Utara, terdapat 36 fasilitas kesehatan dengan 21 lokasi yang telah memulai konstruksi. Di Sumatera Barat, program rehabilitasi mencakup 35 fasilitas kesehatan dengan 17 lokasi yang telah memulai konstruksi.