Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Wonogiri, Jawa Tengah, berdampak signifikan pada ketinggian air di Waduk Gajah Mungkur (WGM). Akibatnya, fenomena unik bermunculan di dasar waduk, yakni terungkapnya kompleks makam kuno yang sebelumnya terendam.
Salah satu lokasi yang kini menjadi sorotan adalah dusun Sentono di Kecamatan Wuryantoro. Ratusan batu nisan dari makam kuno mulai terlihat jelas sejak awal bulan lalu. Mardi, seorang warga setempat, menyaksikan debit air terus menurun hingga keseluruhan makam tersingkap.
Makam-makam yang kini nampak tersebut dulunya berada di Desa Ngungkingsari. Sisa-sisa tembok pembatas dan pondasi di sisi barat makam masih terlihat, menandakan bahwa area ini dulunya merupakan permukiman yang cukup terstruktur.
Menurut Mardi, warga Desa Ngungkingsari telah lama melakukan transmigrasi ke Sumatera. Namun, ketika kondisi waduk surut seperti sekarang, sebagian dari mereka tergerak untuk kembali menziarahi kampung halaman leluhur mereka. “Beberapa waktu lalu ada rombongan gitu ke sini. Kalau nggak salah dulunya mereka warga Dusun Pondok (salah satu dusun yang ditenggelamkan). Istilahnya ke sini napak tilas, kampung halaman mereka dulu,” jelasnya.
Suparso, seorang tokoh masyarakat Wuryantoro yang berusia 77 tahun, menambahkan bahwa makam di dusun Sentono dulunya memiliki ukuran yang cukup luas, diperkirakan mencapai setengah lapangan sepak bola. Ia menggambarkan bahwa nisan-nisan tersebut terbuat dari batu keras berwarna putih dengan bentuk yang sederhana, hanya berupa batu panjang.