Kelangkaan BBM di Bali Picu Antrean Panjang, Warga Terjatuh Akibat Kelelahan

Denpasar – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan meluas di sejumlah wilayah Bali, termasuk Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, dan Bangli. Kondisi ini memaksa warga untuk menghabiskan waktu berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) demi mendapatkan pasokan BBM. Salah satu insiden yang terjadi adalah seorang warga pingsan akibat kelelahan setelah mengantre dalam waktu lama.

Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga mencapai 1 kilometer di beberapa lokasi. Menanggapi keluhan warga, Gubernur Bali, Wayan Koster, telah meminta Pertamina untuk segera memperbaiki ketersediaan pasokan BBM di seluruh Bali. Pihak Pertamina sendiri telah memberikan penjelasan mengenai kendala yang dihadapi, salah satunya terkait proses bongkar muat kapal tanker, dan berjanji akan menambah pasokan BBM untuk mengatasi kelangkaan.

Insiden yang menimpa warga terjadi di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Selasa pagi. Seorang perempuan asal Desa Bongkasa dilaporkan pingsan sekitar pukul 09.00 Wita. Korban diduga mengalami kelelahan karena kondisi fisiknya yang kurang fit setelah berjam-jam mengantre. Petugas kepolisian dan petugas SPBU segera memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Abiansemal 1.

Di Kabupaten Klungkung, warga terlihat mengantre Pertamax di tiga SPBU yang berbeda, yaitu SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih, pada Selasa (13/10). Kelangkaan ini terjadi setelah stok Pertalite di wilayah tersebut dilaporkan habis.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Buleleng. Warga harus berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mencari pasokan BBM. Di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, antrean panjang kendaraan terlihat jelas.

Menanggapi situasi ini, Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kelangkaan BBM adalah kendala teknis dalam proses bongkar muat kapal tanker. Menurutnya, kapal tersebut mengalami kesulitan dalam pemasangan jangkar, yang menyebabkan penundaan proses bongkar muat. Jadwal yang seharusnya dimulai pada pukul 06.30 Wita baru bisa terlaksana pada pukul 22.00 Wita.

Tinggalkan komentar