Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Titik api yang semula muncul di Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, telah meluas hingga mendekati jalur pendakian Tambak dan mengarah ke Kecamatan Ngargoyoso.
Kepala Pelaksana (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sugiharjo, menyatakan bahwa api cukup besar dan mengarah ke jalur Tambak, yang berada di Kecamatan Ngargoyoso. “Api cukup besar mengarah ke jalur Tambak (Ngargoyoso) dan kemungkinan nanti hampir sampai pos 4. Jalur Tambaknya kemungkinan (api) mengarah ke sana. Iya (kemungkinan mengarah ke Ngargoyoso),” ujarnya.
Upaya pemadaman dengan teknik water bombing telah dilakukan pada Senin siang. Selama proses water bombing berlangsung, relawan darat disiagakan di posko mengingat potensi bahaya jika ada aktivitas manusia di area tersebut. “Ada dua kali water bombing. Tadi awalnya ditunda karena cuacanya sangat tidak mendukung. Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB dilakukan water bombing,” jelas Sugiharjo.
Sementara itu, Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Iwan Agus Riyanto, melaporkan hasil pemantauan menggunakan drone. Ditemukan sebanyak 10 titik api atau hotspot. Kebakaran tersebut dilaporkan mengarah mendekat kawasan Cemoro Kandang. Pihaknya masih melakukan kajian lebih lanjut mengenai total luas area yang terbakar.
“Drone termal Basarnas pada sore hari ini pada pukul 16.00 local time, itu terpantau 10 titik hotspot. Dimana untuk itu dari arah barat ke utara, sedangkan yang untuk dari utara ke barat masih belum terlihat,” kata Agus.
Ia menambahkan, data pagi hari mencatat sembilan titik api. “Ya dari kalau dari pagi, jam 06.00 kami sampaikan bahwa ada ditemukan sembilan titik. Dan pada sore hari ini ada penambahan satu titik menjadi 10 titik,” imbuhnya.