Karhutla di Bangka Selatan Kepung Permukiman, Satu Keluarga Dievakuasi dari Pondok

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu keluarga yang terjebak di dalam pondok di tengah kepungan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa ini terjadi di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan (Basel), Kepulauan Bangka Belitung, yang menghanguskan 305 rumah.

Kepala Basarnas Babel, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa tim SAR menemukan keluarga tersebut, yang terdiri dari seorang ibu dan anak-anaknya, saat melakukan penyisiran pada malam hari. “Mereka berada dalam kondisi terisolasi dengan kepungan asap pekat sisa kebakaran hebat. Petugas segera mengamankan serta mengevakuasi keluarga tersebut menuju titik pengungsian yang lebih aman,” ujar Mikel.

Permintaan bantuan evakuasi diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang pada Sabtu (10/10) malam. Bantuan diminta setelah warga yang diduga masih berada di sekitar area puing-puing bangunan membutuhkan pertolongan.

“Setelah menerima permintaan bantuan evakuasi dari Damkar Bangka Selatan, kami segera mengerahkan tim rescue dari unit siaga SAR Toboali untuk menyisir area terdampak,” terang Mikel.

Berdasarkan laporan dari pemadam kebakaran Bangka Selatan, api diduga berasal dari kebakaran lahan gambut yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga. Api kemudian merambat dengan cepat.

“Peristiwa tersebut berawal ketika api dari hutan menjalar ke salah satu rumah warga di Dusun Serdang. Angin yang bertiup kencang membuat si jago merah menyebar dengan cepat dan melahap deretan bangunan satu per satu. Warga yang kewalahan mengendalikan api segera menghubungi tim gabungan untuk meminta pertolongan,” tambahnya.

Tinggalkan komentar