Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto atas keberhasilan membongkar kasus peredaran dan penyelundupan narkoba besar di Sumatera Utara dan Aceh dalam waktu berdekatan. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh Kapolri.
“Saya apresiasi dan hormat buat Kapolri yang taktis dan cepat serta strategis melakukan tugas utamanya yang diperintahkan presiden, basmi narkoba,” ujar Hinca kepada wartawan pada Senin (26/10/2026). Ia menambahkan, “Atas nama masyarakat Sumut, saya sampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Benar benar ‘polisi bersama masyarakat’ diwujudkannya.”
Apresiasi serupa juga datang dari Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN, Nazaruddin Dek Gam. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Kapolri akan berhasil memberantas narkoba hingga ke pelosok negeri.
“Kita percaya sama Pak Kapolri akan memberantas narkoba di seluruh pelosok Tanah Air. Kita yakin Pak Kapolri ini mampu memberantas narkoba, kita dorong dan kita dukung penuh,” ucap Nazaruddin.
Keberhasilan ini ditunjukkan melalui dua pengungkapan besar yang dilakukan oleh aparat gabungan dalam waktu yang singkat. Pertama, aparat berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin HCl dengan nilai mencapai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Tak lama setelah memimpin konferensi pers pengungkapan kasus tersebut, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertolak ke Pidie, Aceh. Di sana, ia meninjau langsung laboratorium rahasia narkotika terbesar di Indonesia yang baru saja dibongkar, di mana total 1,2 ton sabu cair dan sabu kristal berhasil disita.
Dari kedua pengungkapan tersebut, aparat berhasil mengamankan narkotika dalam jumlah masif sekaligus membongkar jaringan yang diduga melibatkan sindikat lintas negara. Kapolri Suyudi menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara TNI, Polri, BNN, dan Bea Cukai.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk senantiasa waspada dan jeli dalam mendeteksi pergerakan barang maupun jaringan narkotika. “Ini butuh kejelian, kesabaran, keuletan kita semua, BNN, Polri, Bea Cukai, TNI, harus terus bahu-membahu, kita jangan pernah lelah sebagaimana diamanatkan Presiden Republik Indonesia,” tegas Suyudi saat rilis kasus ketamin di Belawan pada Jumat (23/10).