Kapolda Metro Jaya Dukung Pendidikan Karakter di Sekolah Muhammadiyah

JAKARTA – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Komjen Polisi Dadang Hartanto, mengunjungi Sekolah Dasar Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru dan Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 9 Jakarta pada hari ini. Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif ‘Polisi Peduli Pendidikan’ yang bertujuan untuk membangun karakter anak-anak menjadi lebih baik.

Kegiatan dimulai dengan menyapa anak-anak Taman Kanak-kanak B dan mengikuti aktivitas di area kolam renang, sebelum Kapolda menyapa murid-murid kelas 1 di SD Muhammadiyah 5. Dalam suasana yang hangat dan penuh keceriaan, Komjen Dadang berinteraksi dengan para siswa melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana mengenai wali kelas, kebiasaan bersekolah, hingga cita-cita. Siswa yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Suasana akrab juga terasa saat Kapolda dan rombongan pejabat utama Polda Metro mengunjungi kelas 4B Muhammad Al Fatih. Anak-anak diajak mengikuti kuis interaktif yang mencakup pengetahuan umum, tugas kepolisian, matematika, dan pendidikan agama. Kuis ini dirancang untuk melatih keberanian berbicara, kemampuan berpikir, serta membangun kedekatan antara polisi dan siswa.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan berlanjut ke SMP Muhammadiyah 9 Jakarta. Di kelas 7 Al Kindi, Kapolda kembali berinteraksi dengan pelajar melalui kuis pembelajaran yang melibatkan pertanyaan dari guru. Tiga siswa terbaik mendapatkan hadiah, mendorong pelajar untuk aktif, percaya diri, dan berani menunjukkan kemampuan.

Selain interaksi dengan siswa, Kapolda juga memberikan perhatian pada pengembangan kualitas pembelajaran. Ia mendorong para guru di SD Muhammadiyah 5 untuk mengoptimalkan laboratorium kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai sarana pengenalan teknologi, pengembangan pengetahuan, dan pelatihan keterampilan komunikasi sejak usia dini. Kapolda menilai rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir logis anak perlu terus dikembangkan.

Guru-guru didorong untuk memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, bereksplorasi, dan memahami konsep dasar melalui pembelajaran yang sederhana, menarik, dan berulang. Kapolda juga mengajak tenaga pendidik untuk mengedepankan pembelajaran yang fokus dan mudah dipahami tanpa membebani anak dengan materi yang terlalu padat.

Terkait pendidikan agama, Kapolda berharap pembelajaran tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah pembelajaran Al-Qur’an yang mengenalkan arti kata demi kata, dilengkapi pemahaman hukum tajwid, agar siswa tidak hanya mampu membaca tetapi juga memahami nilai-nilai yang diajarkan.

Tinggalkan komentar