Upaya pemberantasan narkoba yang dipimpin oleh Jenderal Suyudi Ario Seto berhasil mengubah citra sejumlah wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai “kampung narkoba”. Komitmen Suyudi dalam membersihkan permukiman dari stigma negatif tersebut kini membuahkan hasil.
Selama menjabat, Suyudi Ario Seto menunjukkan dedikasi tinggi dalam memerangi peredaran narkotika. Prestasinya dalam mengungkap kasus narkotika turut mengantarkannya pada posisi puncak di Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Salah satu gebrakan besar terjadi pada 5-7 November 2025. Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah komando Suyudi saat itu sukses melaksanakan operasi berskala nasional di 53 lokasi yang tersebar di 34 provinsi. Operasi ini berhasil mengamankan seribuan orang dan menyita berbagai barang bukti narkoba.
Tindakan tegas ini tidak hanya bersifat represif, tetapi juga bertujuan untuk memulihkan kawasan yang selama ini rentan terhadap peredaran narkoba.
Operasi di Kampung Bahari dan Kampung Ambon
Di antara 53 lokasi yang disasar, dua wilayah di Jakarta, yakni Kampung Ambon dan Kampung Bahari, menjadi fokus utama. Dari kedua lokasi ini, BNN berhasil meringkus sebanyak 35 orang yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba.
Pada hari pertama penindakan di Kampung Bahari, tim gabungan berhasil mengamankan 18 orang. Barang bukti yang disita meliputi sabu seberat 159,17 gram, ganja seberat 38,84 gram, dan 52 butir ekstasi. Turut diamankan pula empat timbangan digital, 16 bong, satu unit sepeda motor, dan uang tunai Rp 7,6 juta.
Dari hasil tes urine, 15 dari 18 orang yang diamankan terbukti positif menggunakan narkotika. Setelah pendalaman oleh penyidik dan Tim Asesmen Terpadu (TAT), tiga orang ditetapkan sebagai tersangka untuk diproses lebih lanjut.
Penggerebekan serupa juga dilakukan di Kampung Ambon, Jakarta Barat. Sebanyak delapan orang ditangkap dengan barang bukti berupa sabu seberat 649,38 gram, ganja seberat 5 gram, dan 6 butir ekstasi. Selain itu, disita pula dua pucuk senjata airsoft gun, delapan senjata tajam, uang tunai Rp 73,8 juta, perhiasan, dan 55 unit ponsel.
1.259 Orang Ditangkap dalam Operasi
Selama tiga hari operasi penindakan, total 1.259 orang berhasil diamankan oleh tim gabungan. Ribuan individu ini diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
“Adapun dari hasil operasi ini petugas gabungan telah mengamankan sebanyak 1.259 orang yang terdiri dari 830 laki-laki dan 429 perempuan yang diduga terlibat peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” ujar Suyudi pada Senin (10/11/2025).
Sejumlah barang bukti narkotika bernilai fantastis juga turut disita, termasuk 126.325,72 gram sabu, 126,32 kg ganja, dan 1.428 butir pil ekstasi.
“Selain barang bukti narkotika tersebut petugas gabungan pun berhasil mengamankan sejumlah barang bukti non-narkotika lainnya di antaranya yaitu uang tunai sebanyak Rp 1.543.699.000 dan uang tunai diduga palsu sebanyak Rp 5,5 juta,” bebernya.
Ratusan Warga Direhabilitasi
Suyudi menjelaskan bahwa ratusan orang yang diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika menjalani proses asesmen. Dari jumlah tersebut, 359 orang direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi.
“Operasi terbaru ini berhasil mengidentifikasi penyalah guna narkotika sebanyak 390 orang dan mereka telah dilakukan asesmen, hasilnya 37 orang merupakan bandar yang perkaranya akan dilanjutkan, sedangkan kepada 359 lainnya direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi serta mengikuti program wajib lapor ke institusi penerima wajib lapor,” ujar Suyudi.
Lulusan Akpol 1994 ini menekankan bahwa operasi pemulihan penyalah guna narkoba bertujuan memberikan pesan kepada publik bahwa BNN tidak hanya fokus pada pemberantasan. BNN juga berkomitmen memperkuat upaya rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta pencegahan melalui edukasi bahaya narkotika.
“BNN Republik Indonesia saat ini juga sedang mengembangkan program prioritas Ananda Bersinar Atau disebut Aksi Nasional Anti-Narkotika dimulai dari anak bersih narkoba Inisiasi program Ananda Bersinar,” terangnya.
Gerakan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar)
Komitmen Suyudi dalam pemberantasan narkoba diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya gerakan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar). Gerakan ini bertujuan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba.
Salah satu inisiatif BNN melalui gerakan Bersinar adalah Kemah Kebangsaan Bersih Narkoba di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/10/2025). Acara ini dihadiri oleh Komjen Suyudi, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad, serta Koordinator Nasional Barisan Intelektual Strategi Objektif Delapan (BISON) Indonesia Ginka Febriyanti Ginting.
Perhatian Suyudi juga tertuju pada new psychoactive substances (NPS), jenis narkotika baru yang berbentuk cair dengan lebih dari 1.340 varian kimia. Ia menyoroti praktik bandar narkoba yang kini memanfaatkan vape sebagai media peredaran narkotika.
“Dan tentunya, pintu masuknya juga semakin terlihat trennya di kalangan anak-anak kita, melalui rokok-rokok elektrik atau vape. Mereka seolah-olah sedang menggunakan rokok elektrik biasa, padahal di dalamnya terdapat narkotika cair yang kemudian digunakan melalui perangkat tersebut,” ungkap Suyudi dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (10/9/2026).
BNN merekomendasikan pelarangan total penggunaan rokok elektrik berdasarkan hasil pemeriksaan 1.745 sampel vape di laboratorium BNN. Hasilnya, 1.716 sampel terdeteksi mengandung narkotika atau New Psychoactive Substances (NPS).
Selain itu, diskusi dengan para dokter spesialis jantung, paru, dan penyakit dalam menunjukkan bahwa kandungan kimia dalam vape berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius, terutama ketika perangkat tersebut disusupi narkotika.