Instalasi Bola Raksasa di CFD Bundaran HI Wadah Harapan Warga Menuju 500 Tahun Jakarta

Sebuah instalasi seni unik berupa bola-bola raksasa hadir memeriahkan gelaran Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Pemasangan karya seni yang disebut sebagai ‘happening art’ ini merupakan bagian dari rangkaian menuju perayaan 500 tahun usia Kota Jakarta.

Terlihat lima bola raksasa dipajang di sekitar Monumen Selamat Datang. Masing-masing bola dilapisi koran dan ditopang oleh tumpukan bata. Massa seni ini menjadi interaktif, di mana warga yang hadir di CFD tampak antusias berpartisipasi dengan melukis dan menuliskan pesan menggunakan cat yang disediakan.

Beberapa pesan yang tertulis antara lain seruan untuk menyelamatkan hutan Indonesia dan peringatan akan bahaya kabut asap, sementara ada pula yang sekadar menggambar matahari. Karya seni ini berfungsi sebagai wadah bagi warga untuk menyampaikan harapan dan aspirasi mereka.

Perwakilan penyelenggara, Dipa Azuri, menjelaskan bahwa instalasi seni ini adalah karya dari seniman Gogor Purwoko. Karyanya ini bertujuan untuk memeriahkan momen menuju 500 tahun Jakarta dengan tema ‘Jakarta Kulminasi’.

“Ada 5 bola untuk setiap 100 tahun Jakarta. Jadi jam 6 tadi ini bola digelindingin dulu mengelilingi Jakarta, Bundaran HI. Lalu bola ini kita persilakan orang-orang untuk mampir, untuk berinteraksi langsung dengan bola-bola ini dengan menulis harapan mereka, menulis apa sih yang yang mereka rasakan hidup di Jakarta,” jelas Dipa.

Dipa menambahkan, kelima bola tersebut melambangkan setiap 100 tahun usia Jakarta, yang jika ditotal menjadi 500 tahun. Nantinya, karya seni ini akan dipindahkan dan dipamerkan di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Salah satu warga yang ikut berinteraksi, Naufal dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengungkapkan alasannya menuliskan pesan ‘save our forest’. Ia mengaku ingin menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan, terutama terkait kebakaran hutan dan lahan yang dampaknya juga dirasakan hingga Jakarta.

“Iya ini saya nulis itu. Momennya lagi soal Karthutla, asapnya juga katanya udah sampai Jakarta. Semoga ini jadi bentuk suara kita sebagai kepedulian ya,” ujar Naufal.

Tinggalkan komentar