Influencer Sashfir Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual di Toilet Restoran Senopati ke Polisi

Jakarta – Influencer Fira Assegaf, yang dikenal dengan nama panggung Sashfir, akhirnya angkat bicara mengenai dugaan pelecehan seksual yang dialaminya. Peristiwa tidak menyenangkan itu terjadi saat ia menggunakan toilet sebuah restoran di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada April 2026 lalu. Kasus dugaan perekaman diam-diam tersebut kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sashfir, Sashfir mengungkapkan bahwa ia sempat memendam kejadian tersebut selama beberapa bulan sebelum akhirnya merasa siap untuk membagikannya kepada publik. “Selama beberapa bulan terakhir, aku memendam sesuatu yang mengubah hidupku. Pada bulan April lalu, aku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam (voyeurism) di area toilet perempuan sebuah restoran di Senopati. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku merasa siap untuk bersuara,” tulisnya pada Sabtu (10/10/2026).

Sashfir mengaku sangat terpukul dan merasa miris ketika mengetahui latar belakang terduga pelaku, terutama karena pelaku diketahui telah berkeluarga. “Yang paling membuatku miris adalah kenyataan bahwa pelakunya merupakan seorang suami sekaligus ayah dari seorang anak perempuan. Sebagai seorang suami dan ayah, ia seharusnya memahami betapa pentingnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi perempuan. Namun, ia justru melakukan tindakan tersebut terhadap perempuan lain,” ungkapnya.

Meskipun sempat mengalami trauma mendalam, Sashfir memilih untuk bersuara demi memberikan dukungan kepada para korban pelecehan lainnya agar tidak merasa sendirian. Ia menegaskan bahwa perkara ini telah dibawa ke jalur hukum. “Kejadian ini meninggalkan trauma yang dalam. Namun, aku memilih untuk bersuara karena aku percaya tidak seharusnya ada korban yang merasa harus menghadapi pengalaman seperti ini seorang diri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sashfir berharap agar pelaku dapat ditindak dengan tegas oleh pihak berwajib. “Saat ini, aku sudah menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak berwajib. Aku berharap pelaku dapat ditindak dengan tegas agar memberikan efek jera dan tidak ada lagi korban selanjutnya,” imbuhnya.

Sashfir juga mengapresiasi sikap kooperatif manajemen restoran yang dinilai cepat mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawainya. “Aku juga ingin mengapresiasi pihak restoran yang sudah kooperatif dan turut menindak pegawainya karena menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan sesuatu yang salah,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa dirinya kini berada dalam kondisi yang stabil dan meyakini keberanian untuk bersuara adalah langkah penting untuk melindungi diri sendiri serta sebagai harapan agar tidak ada lagi yang mengalami hal serupa. “Untuk siapa pun yang pernah mengalaminya, semoga kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian,” pungkasnya.

Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Kasus ini kini tengah ditangani secara intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, menyampaikan bahwa perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan. “Terhadap perkara yang Saudara tanyakan, saat ini perkara dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan pada tahap penyidikan,” kata Joko Adi saat dikonfirmasi.

Tinggalkan komentar