Gus Ipul Harap Koperasi Desa Jadi Penyalur Bansos di Lamongan

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan peninjauan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (15/10) ini bertujuan untuk memastikan KDKMP berfungsi optimal sebagai infrastruktur pendukung perekonomian desa, peningkatan pelayanan publik, dan percepatan akses penyaluran bantuan sosial (bansos).

Dalam kunjungannya, Gus Ipul mengapresiasi kinerja KDKMP Sidorejo yang dinilainya sudah berjalan baik. Dukungan sumber daya manusia yang kompeten dari manajer hingga staf, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, menjadi faktor pendukung utama. “Kita harapkan ke depan makin sempurna, makin baik dari sisi tata kelola, dari sisi sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa tahu secara utuh tentang manfaat dari hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya.

Gus Ipul menjelaskan lebih lanjut bahwa KDKMP diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ke depan, penyaluran bansos dan subsidi sosial juga direncanakan melalui KDKMP untuk mempermudah akses masyarakat. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, di bawah koordinasi Kemenko Pangan, Pak Zulhas (Zulkifli Hasan), diharapkan nanti penyaluran-penyaluran bantuan sosial dan subsidi sosial, ya tentu termasuk di dalamnya yang dari Kementerian Sosial bisa disalurkan lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” jelasnya.

Selain meninjau langsung proses pengambilan bansos, Gus Ipul juga berinteraksi dengan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam suasana yang akrab. Ia berpesan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk terus memberikan pendampingan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan KDKMP. “Didukung kebutuhan-kebutuhannya, di-backup kekurangan-kekurangannya, sehingga ke depan Koperasi Desa Merah Putih bisa beroperasi lebih optimal sesuai arahan Bapak Presiden. Jika ada kekurangan-kekurangan sementara ini mohon dimaklumi, karena ini baru juga mulai beradaptasi,” kata Gus Ipul.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menanggapi positif harapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 90 KDKMP yang telah beroperasi di Kabupaten Lamongan dan mulai melayani masyarakat, termasuk melalui kepesertaan anggota. Yuhronur berharap kebijakan penyaluran bansos dan subsidi dari berbagai kementerian/lembaga (K/L) melalui KDKMP dapat segera direalisasikan. “Harapan kami untuk pelayanan subsidi dari berbagai kementerian nanti bisa semuanya lewat di sini, termasuk untuk kebutuhan bahan pokok, gas, dan juga nanti pembayaran listrik juga kita akan laksanakan di sini,” ujarnya.

Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho, menambahkan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan KDKMP melalui kehadiran Agen BNI46. Layanan ini memungkinkan pencairan bansos dan berbagai transaksi perbankan dilakukan langsung di koperasi desa. “Jadi kalau Bapak Ibu semula itu kalau mengambil bantuan harus ke cabang, sekarang cukup ke masing-masing koperasi. Jadi cabang kami, kami bawa ke sini bekerja sama dengan koperasi,” terang Eko.

Peninjauan operasional KDKMP tidak hanya dilakukan di Desa Sidorejo, tetapi juga di beberapa desa lain di Lamongan seperti Pandanpancur, Ketapangtelu, Blawi, Sambopinggir, dan Windu. Tim Kemensos juga melakukan peninjauan serupa di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Secara total, Kemensos meninjau operasional KDKMP di tujuh titik yang tersebar di Lamongan dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Moh Nalikan, serta jajaran pejabat tinggi Kemensos dan Forkopimda Kabupaten Lamongan.

Tinggalkan komentar