JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada insan media yang telah mengabarkan kisah Sekolah Rakyat dari berbagai penjuru negeri. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pers dalam menjaga martabat manusia.
“Pemerintah bekerja melalui kebijakan, sementara wartawan bekerja melalui fakta. Wartawan bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan mata yang membantu melihat mereka yang terabaikan, telinga yang mendengar mereka yang tak terdengar, dan suara bagi mereka yang selama ini tak bersuara,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/10/2026). Pernyataan ini disampaikan saat ia menghadiri acara Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat.
Lomba karya jurnalistik dengan tema ‘Sekolah Rakyat Memuliakan The Invisible People’ ini menjadi wadah bagi jurnalis untuk mengekspresikan kisah-kisah Sekolah Rakyat melalui tulisan, berita foto, dan video. Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Sekretaris Jenderal Kemensos M. Hasan Chabibie, jajaran Kemensos, siswa Sekolah Rakyat, serta insan pers.
Gus Ipul menyatakan bahwa kontribusi jurnalis sangat krusial dalam penyelenggaraan program Sekolah Rakyat. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan orang tua siswa. Tanpa pemberitaan yang baik ke publik, perjuangan para siswa, orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan tidak akan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang berlandaskan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Hingga tahun 2026, tercatat 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang telah menampung lebih dari 44 ribu siswa dari keluarga kurang mampu. “Kita patut bersyukur salah satu gagasan besar Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” kata Gus Ipul.
Keberhasilan Sekolah Rakyat dianggap sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan, masukan, pengawasan, serta kepedulian dari seluruh elemen masyarakat. Peran media massa menjadi salah satu kekuatan penting untuk menyebarluaskan upaya pemerintah dalam mewujudkan amanat UUD 1945, demi pemenuhan hak-hak fakir miskin dan anak-anak terlantar oleh negara.
Sementara itu, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi Sekolah Rakyat sebagai model pendidikan berasrama yang efektif, di mana anak disekolahkan dan orang tuanya diberdayakan. Ia menilai program ini adalah bentuk nyata kepedulian negara kepada masyarakat miskin atau ‘the invisible people’ yang sebelumnya seringkali terabaikan oleh kebijakan. “Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan. Melalui politik anggaran pemberdayaan dan kolaborasi dengan media, kita optimistis dapat melahirkan manusia Indonesia yang kuat, berdaya, dan mandiri,” ujar Cak Imin.
Sebelum malam penganugerahan, tim juri telah menilai karya para jurnalis yang mengikuti perlombaan pada Juni lalu. Terdapat 10 nominasi karya tulis, 5 nominasi karya foto, dan 5 nominasi karya video.
Daftar Nominasi Jurnalistik
Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online
- Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng)
- Dini Suciatiningrum (IDN Times)
- Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan)
- Puji Purwanto (Suara Merdeka Purbalingga)
- Acep Nazmudin (Kompas.com)
- Vina Oktavia (Kompas.id)
- Stefy Thenu (Viva Jogja)
- Vina Oktavia (Kompas.id)
- Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com)
- Septian Bima Bagaskara (Detik Jabar)
Kategori Jurnalistik Foto
- Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com)
- Muhammad Iqbal (LKBN ANTARA)
- Muhammad Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA)
- Andry Denisah (ANTARA Sultra)
- Priyombodo (Kompas.id)
Kategori Jurnalistik Video
- Amita Putri Caesaria (ANTARA TV)
- Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV)
- Radifan Setiawan (Tribunnews)
- Crypto Hermawan (TVRI Jakarta)
- Sherly Zulkarnaen (TVRI Sumbar)
Dari hasil penilaian juri, berikut adalah daftar pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026:
Pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026
Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online
- Juara 1: Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng) dengan judul karya ‘Menjemput Masa Depan yang Hampir Hilang’
- Juara 2: Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com) dengan judul karya ‘Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang’
- Juara 3: Dini Suciatiningrum (IDN Times) dengan judul karya ‘Memuliakan yang Tak Terlihat, Kisah Haru Nenah di Sekolah Rakyat’
- Harapan 1: Stefy Thenu Jurnalis (Viva Jogja) dengan judul karya ‘Ikhtiar Memupus Kebodohan, Jalan Memutus Rantai Kemiskinan’
- Harapan 2: Vina Oktavia (Kompas.id) dengan judul karya ‘Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak-anak dari Keluarga Kurang Mampu “Naik Kelas”‘
- Harapan 3: Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan) dengan judul ‘Sekolah Rakyat Memuliakan, Menyalakan Kembali Mimpi Anak-Anak Perbatasan’
Kategori Jurnalistik Foto
- Juara 1: Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com) dengan judul karya ‘Cetak Generasi Hebat Lewat Penguatan Karakter dan Digitalisasi di SRMA 36 Bojonegoro’
- Juara 2: Andry Denisah (ANTARA Sultra) dengan judul karya ‘Kemensos Luluskan Siswa Sekolah Rakyat di Tahun Pertama’
- Juara 3: Muhammad Iqbal (ANTARA Foto) dengan judul karya ‘Hari Pertama Masuk Sekolah Rakyat’
Kategori Jurnalistik Video
- Juara 1: Crypto Hermawan (TVRI Jakarta) dengan judul karya ‘Pijar Masa Depan Sekolah’
- Juara 2: Amita Putri (ANTARA TV) dengan judul karya ‘Menyalakan Asa (Seri Sekolah Rakyat Bagian 1, 2, & 3)’
- Juara 3: Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV) dengan judul karya ‘Pendidikan Untuk Agis’
Selain kategori tersebut, Gus Ipul memberikan penghargaan khusus Lifetime Achievement kepada M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto ANTARA, atas dedikasi luar biasanya. Penghargaan ini diberikan meskipun M. Bagus Khoirunnas hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada September lalu. Gus Ipul juga memberikan penghargaan kepada Forum Wartawan Sosial (Forwasos).
Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi insan media, tetapi juga panggung bagi siswa Sekolah Rakyat untuk menampilkan bakat dan prestasi mereka. Para siswa tampil percaya diri membawakan berbagai pertunjukan seperti menari, membaca puisi, dan paduan suara.
Di tengah acara, siswa dan tamu undangan juga memberikan ucapan selamat ulang tahun serta doa bersama untuk Presiden Prabowo Subianto. Acara ini dihadiri pula oleh Sekjen Kemensos M Hasan Chabibie, Staf Ahli Menteri Afrizon Tanjung, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo, serta jajaran Kemensos lainnya.