Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,1 sempat dilaporkan mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu pagi. Guncangan yang dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah wilayah ini dilaporkan tidak berpotensi tsunami, namun menyebabkan kerusakan pada rumah dan fasilitas sekolah, serta mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.55 WIB atau 06.55 Wita. Pusat gempa dilaporkan berada 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 30 kilometer. Titik koordinat gempa tercatat di 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur. BMKG kemudian memperbarui parameter gempa menjadi M 5,9.
BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini didasarkan pada hasil pemodelan tsunami yang dilakukan setelah gempa terjadi. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan bahwa analisis menunjukkan gempa tidak memenuhi kondisi yang dapat memicu gelombang tsunami.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulisnya pada Minggu.
Guncangan gempa dilaporkan terasa hingga ke Labuan Bajo, Manggarai Barat. Warga di sana turut merasakan getaran kuat dan sebagian berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Karolina, salah seorang warga Labuan Bajo, menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi.
“Guncangan keras sekali. Saya sedang suap anak, langsung lari keluar,” ujar Karolina.
BMKG mencatat intensitas guncangan gempa dirasakan pada skala IV hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala VI MMI, seluruh penduduk dapat merasakan getaran, dan sebagian besar warga dilaporkan terkejut hingga berlarian keluar rumah.
Selain menimbulkan kepanikan, guncangan gempa juga menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan di wilayah Perokonda. Laporan menyebutkan adanya kerusakan pada satu sekolah dasar dan dua rumah warga. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, merinci kerusakan tersebut.
“Kerusakan tersebut ada di wilayah Perokonda, yakni di SD Islam dan dua rumah warga,” kata Teguh dalam konferensi pers pada Minggu.
Teguh menambahkan bahwa tingkat kerusakan di sejumlah wilayah tersebut dikategorikan sedang. Selain bangunan yang rusak, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat gempa.
“Kerusakan di berbagai wilayah dikategorikan sedang, dan diinformasikan ada satu orang luka ringan,” sambung Teguh.
BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pascagempa. Informasi mengenai dampak kerusakan dilaporkan masih dapat diperbarui seiring dengan pendataan yang terus dilakukan di lapangan.