PT KAI Commuter masih melanjutkan perbaikan eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat. Fasilitas tersebut mengalami gangguan teknis yang menyebabkan pergerakan mundur dan mengakibatkan beberapa pengguna terluka. Akibatnya, penumpang KRL yang hendak menggunakan eskalator kini harus menghadapi antrean yang cukup panjang.
Berdasarkan pantauan di Stasiun Duri pada Senin (5/10/2026), eskalator yang mengalami kerusakan ditutup menggunakan terpal hitam. Petugas keamanan tampak berjaga di dekat lokasi untuk membantu mengarahkan penumpang yang berada di Peron 5.
Saat ini, hanya satu unit eskalator yang masih berfungsi dan dapat digunakan oleh penumpang. Kondisi ini menyebabkan penumpukan calon penumpang yang baru turun dari KRL dan hendak berpindah peron atau keluar stasiun. Mereka terlihat berebut untuk menggunakan satu-satunya eskalator yang masih beroperasi.
Seorang petugas KAI Commuter menjelaskan bahwa sebelumnya kedua eskalator tersebut difungsikan untuk naik. Namun, karena salah satunya masih dalam perbaikan, kini hanya satu yang bisa digunakan, sehingga menimbulkan antrean panjang.
Beberapa penumpang memilih untuk menggunakan tangga manual daripada menunggu antrean eskalator. “Biasanya tidak sepadat ini, karena rusak jadi lebih menumpuk,” ujar salah seorang penumpang KRL.
Sebelumnya, PT KAI Commuter menyatakan bahwa perbaikan eskalator di Stasiun Duri terus dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan pengguna.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa perbaikan ditargetkan selesai pada Minggu (4/10) sore. Pihaknya berupaya untuk mempercepat proses perbaikan tersebut. “Per sore ini (Kamis kemarin) masih dalam perbaikan. KAI Commuter berupaya semaksimal mungkin untuk percepatan penyelesaian perbaikan dengan tetap memprioritaskan keamanan fungsi fasilitas eskalator tersebut,” kata Karina kepada wartawan pada Senin (5/10/2026).
Insiden gangguan pada eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, sebelumnya dilaporkan menyebabkan 12 orang mengalami luka-luka.