PEMALANG – Keresahan melanda warga Pemalang, Jawa Tengah, menyusul tewasnya seorang siswa kelas 2 di SDN 1 Kebondalem. Korban yang berinisial Aqib (7) diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. Peristiwa ini memicu kekhawatiran orang tua murid lainnya terhadap keamanan di lingkungan sekolah.
Seorang wali murid, Antika (33), warga Kaligelang, mengungkapkan rasa resahnya sebagai orang tua. Kekhawatiran ini mendorongnya bersama wali murid lain dan warga sekitar untuk menggelar aksi di halaman SDN 1 Kebondalem pada Senin (5/10/2026). “Ya, jadi saya resah sebagai orang tua. Akhirnya saya sekalian mantau, barangkali ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Antika.
Antika menambahkan bahwa anaknya sendiri pernah mengalami dugaan kekerasan saat masih duduk di bangku kelas 1 di sekolah yang sama. Ia menceritakan bahwa anaknya sempat mengalami demam tinggi dan kesulitan buang air besar. “Sakit, demam. Tapi karena pertama, saya selidiki sendiri. Langsung diam-diam ke sini,” tuturnya.
Pengalaman serupa juga diungkapkan oleh Akuyas (45), warga Pemalang lainnya yang anaknya kini duduk di kelas 4. Akuyas menceritakan bahwa anaknya pernah dimintai uang secara paksa oleh kakak kelas ketika hendak menuju kantin. Pelaku diduga adalah siswa kelas 5 dan 6. “Ya, anak saya cerita, saat mau ke kantin atau jajan, dipalak kakak kelasnya,” kata Akuyas.
Akuyas juga menyebutkan bahwa dugaan pemalakan dan kehilangan uang saku bukanlah kejadian yang hanya menimpa anaknya. “Sering. Terus uang yang disimpan juga banyak yang hilang, uang saku,” ungkapnya, menandakan adanya pola perilaku serupa di kalangan siswa senior.