Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto atas langkah agresifnya dalam memberantas jaringan narkoba di Indonesia. Ia mendesak Polri untuk terus mempertahankan upaya intensif ini hingga ke akar-akarnya.
Habiburokhman menyatakan, “Selaku Ketua Komisi III DPR RI, saya mengacungi jempol dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Suyudi yang langsung tancap gas, gas pol memimpin sendiri perang melawan jaringan narkoba di Tanah Air.” Ia menambahkan bahwa tindakan langsung Kapolri ke lapangan merupakan prestasi luar biasa yang bukan hanya sekadar penegakan hukum, melainkan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan jutaan warga negara dan generasi muda dari kehancuran.
Ia menyoroti berbagai upaya kepolisian dalam membongkar jaringan narkoba, termasuk pengungkapan pabrik narkoba di Pidie, Aceh, dan penindakan terhadap pabrik tramadol ilegal yang beroperasi lintas provinsi. Menurutnya, Jenderal Suyudi menunjukkan ketegasan tanpa pandang bulu dalam memberantas narkoba, menyasar dari hulu ke hilir.
“Gebrakan Kapolri ini terbukti nyata dan tidak pandang bulu, menyasar dari hulu hingga ke hilir. Kita melihat sendiri bagaimana ketegasan Polri dalam membongkar pabrik narkoba di Pidie, Aceh, membabat habis pabrik-pabrik produksi tramadol ilegal yang beroperasi lintas provinsi, hingga keberanian menyisir dan menggerebek langsung sarang-sarang peredaran di berbagai kampung narkoba yang selama ini kerap dianggap sulit disentuh,” ujar Habiburokhman.
Lebih lanjut, Habiburokhman menekankan bahwa operasi yang dipimpin langsung oleh Jenderal Suyudi ini memberikan pesan kuat bahwa negara hadir dalam pemberantasan narkoba dan tidak boleh kalah dari sindikat narkoba. Tindakan ini juga diharapkan dapat membakar semangat jajaran kepolisian di daerah untuk bergerak dengan kecepatan yang sama.
Komisi III DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen tanpa kompromi Kapolri Suyudi dalam memberantas peredaran narkoba. Pihaknya meminta Polri untuk terus mempertahankan ritme agresif dalam menindak jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya dan memburu para bandar besar demi masa depan generasi muda yang bersih dari narkoba.
Sebelumnya, operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN, Ditjen Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin HCL yang diangkut menggunakan kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, petugas mengamankan delapan awak kapal, terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan.
“Hasil penggeledahan, petugas mengamankan 58 karung dengan total berat bruto 1,16 ton ketamin, alat komunikasi, dan kapal MT Global 168,” kata Jenderal Suyudi. Pengungkapan kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan ketamin.
Selain itu, tim gabungan juga berhasil mengungkap laboratorium narkoba terbesar di Indonesia atau clandestine lab di Pidie, Aceh. Dua ruko disulap menjadi pabrik yang mampu memproduksi 1,2 ton narkotika. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.